DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENGEMBANGKAN ASPEK MOTORIK HALUS DALAM KEGIATAN MENGGUNTING SESUAI DENGAN POLA MENGGUNAKAN KOMBINASI MODEL PROJECT BASED LEARNING, METODE DEMONSTRASI DAN MEDIA KAIN FLANEL PADA KELOMPOK B TK AGRINUSA BANJARBARU | |
| PENGARANG | : | SILMA FATIA QANITA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-08-05 |
ABSTRAK
Qanita, Silma Fatia. 2025. “Mengembangkan Aspek Motorik Halus Dalam Kegiatan Menggunting Sesuai Dengan Pola Menggunakan Kombinasi Model Project Based Learning, Metode Demonstrasi Dan Media Kain Flanel Pada Kelompok B TK Agrinusa Banjarbaru” Skripsi Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing Wahdah Refia Rafianti S.Sn., M.Pd.
Kata Kunci : Motorik Halus, Menggunting sesuai dengan pola, Project Based Learning, Demonstrasi dan Kain Flanel.
Permasalahan yang terjadi dilapangan adalah anak belum mampu dalam menggunting sesuai dengan pola. Hal ini disebabkan oleh pembelajaran kurang menarik, pembelajaran hanya satu arah, dan kurangnya kegiatan menstimulus kemampuan aspek motorik halus anak dalam menggunting sesuai dengan pola. Dampaknya kemampuan dalam menggunting sesuai dengan pola dan kemampuan koordinasi tangan dan mata tidak berkembang sesuai harapan. Solusinya yaitu dengan menggunakan kombinasi Model Project Based Learning, Metode Demonstrasi dan Media Kain Flanel. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas anak, dan menganalisis perkembangan motorik halus anak.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dengan 3 kali pertemuan. Subjek dari penelitian ini adalah anak kelompok B TK Agrinusa Banjarbaru tahun ajaran 2024/2025, jumlah anak sebanyak 15 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, serta penilaian aspek perkembangan motorik halus anak. Analisis data menggunakan deskriptif dengan tabel dan grafik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aktivitas guru pada pertemuan 1 mendapatkan skor 14 kategori “Cukup Baik” dan terus meningkat hingga pertemuan 3 mendapatkan skor 26 kategori “Sangat Baik”. (2) Aktivitas Anak pada pertemuan 1 mendapatkan persentase 33% kategori “Sebagian Kecil Anak Aktif” dan terus meningkat pada pertemuan 3 mencapai persentase 100% kategori “Seluruh Anak Aktif”. (3) Hasil perkembangan motorik halus anak pada pertemuan 1 mendapatkan persentase 27% kategori “Belum Berkembang” dan terus meningkat hingga pertemuan 3 mencapai persentase 93% kategori “Berkembang Sangat Baik”.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kegiatan menggunting sesuai dengan pola menggunakan kombinasi model Project Based Learning, metode Demonstrasi dan media Kain Flanel dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas anak dan mengembangkan perkembangan aspek motorik halus anak. Oleh karena itu, disarankan bagi guru, bagi kepala sekolah dan peneliti selanjutnya untuk menjadikan ketiga pendekatan ini sebagai acuan dalam merancang pembelajaran yang efektif untuk mendukung perkembangan motorik halus secara optimal.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI