DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS, KERJA SAMA DAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA MUATAN BAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN MODEL IRAMA DI KELAS IV SDN ANDAMAN | |
| PENGARANG | : | NOR AZIZAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-08-05 |
Azizah, Nor (2025). Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Kerja Sama dan Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa Muatan Bahasa Indonesia Menggunakan Model IRAMA di Kelas IV SDN Andaman.Skripsi Program S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: Akhmad Riandy Agusta, M.Pd.
Kata Kunci: Berpikir Kritis, Kerja Sama, Membaca Pemahaman, Model IRAMA.
Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya keterampilan berpikir kritis, kerja sama dan kemampuan membaca pemahaman siswa yang disebabkan karena pembelajaran yang monoton, kurang bervariasi, cenderung hanya satu arah, jarang menggunakan model pembelajaran tertentu, pembelajaran yang masih bersifat individual atau jarang berkelompok dan minat serta level kemampuan membaca yang masih rendah. Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan menerapkan model pembelajaran IRAMA yang merupakan kombinasi dari model pembelajaran Problem Based Learning, Think Pair Share dan Make A Match. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru dan siswa, serta menganalisis peningkatan keterampilan berpikir kritis, kerja sama, kemampuan membaca pemahaman dan hasil belajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan sebanyak 4 kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Andaman semester II tahun ajaran 2024/2025 yang berjumlah 16 orang. Data kualitatif diperoleh dari hasil observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, kerja sama dan kemampuan membaca pemahaman, sedangkan data kuantitatif diperoleh dari pengukuran tes tertulis secara individu dan kelompok. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan 1 memperoleh nilai 32 dengan kriteria “Baik”, kemudian meningkat pada pertemuan 4 memperoleh nilai 39 dengan kriteria “Sangat Baik”. Aktivitas siswa pada pertemuan 1 hingga pertemuan 4 meningkat dari 38% (Sangat Sedikit Siswa Sangat Aktif) menjadi 88% (Hampir Seluruh Siswa Sangat Aktif). Keterampilan berpikir kritis pada pertemuan 1 hingga pertemuan 4 meningkat dari 31% (Sangat Sedikit Siswa Sangat Terampil) menjadi 88% (Hampir Seluruh Siswa Sangat Terampil). Keterampilan kerja sama pada pertemuan 1 hingga pertemuan 4 meningkat dari 44% (Sebagian Kecil Siswa Sangat Terampil) menjadi 100% (Seluruh Siswa Sangat terampil). Kemampuan membaca pemahaman pada pertemuan 1 hingga pertemuan 4 meningkat dari 38% (Sangat Sedikit Siswa Sangat Terampil) menjadi 94% (Hampir Seluruh Siswa Sangat Terampil). Hal ini berdampak positif pada peningkatan hasil belajar siswa dari pertemuan 1 hingga pertemuan 4 meningkat dari 31% menjadi100%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan model IRAMA mampu meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa keterampilan berpikir kritis, kerja sama, kemampuan membaca pemahaman dan hasil belajar. Penelitian ini disarankan untuk kepala sekolah, guru, dan peneliti selanjutnya sebagai alternatif penggunaan model pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI