DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN PINTAR PADA SISWA KELAS IV DI SDN TELUK DALAM 12
PENGARANG:ELDA KRISTESIA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-08-06


Permasalahan yang ditemukan dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas guru dan aktivitas belajar siswa, serta keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila. Penyebab dari masalah tersebut adalah penggunaan metode pembelajaran yang monoton dan satu arah, minimnya variasi dalam metode dan media pembelajaran yang digunakan, kurangnya kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, serta rendahnya pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Untuk mengatasi permasalahan ini, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan model pembelajaran PINTAR berbantuan media audio visual dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru dan aktivitas siswa, serta menganalisis peningkatan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa.

Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan selama empat kali pertemuan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Teluk Dalam 12 yang berjumlah 20 orang, terdiri atas 14 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan pada semester II tahun ajaran 2024/2025. Pendekatan yang digunakan adalah kombinasi antara pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif dikumpulkan melalui observasi terhadap aktivitas guru, aktivitas siswa, serta kemampuan berpikir kritis siswa. Sementara itu, data kuantitatif diperoleh dari hasil tes tertulis, baik secara individu maupun kelompok. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan analisis kecenderungan cross tabulasi yang dijabarkan dengan tabel, grafik, dan interpretasi dengan persentase.

Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan aktivitas guru dari pertemuan pertama hingga pertemuan keempat dengan kriteria “sangat baik”. Aktivitas siswa juga menunjukkan kemajuan signifikan, dari hanya 25% (kurang aktif) pada pertemuan pertama menjadi 95% (sangat aktif) pada pertemuan keempat. Kemampuan berpikir kritis siswa turut mengalami peningkatan, dari 30% (kurang terampil) menjadi 90% (sangat terampil). Peningkatan ini memberikan dampak positif terhadap hasil belajar siswa, yang juga meningkat dari 30% menjadi 95% selama keempat pertemuan tersebut.

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan model PINTAR mampu meningkatkan aktivitas guru, aktivitas belajar siswa dan keterampilan berpikir kritis, serta hasil belajar siswa. Penelitian ini disarankan untuk kepala sekolah, guru, dan peneliti selanjutnya sebagai alternatif penggunaan model pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI