DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENGEMBANGKAN AKTIVITAS, KEMANDIRIAN, DAN ASPEK MOTORIK HALUS DALAM MENEMPEL DENGAN TEPAT MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING, DIRECT INSTRUCTION MELALUI KEGIATAN MOZAIK BAHAN ALAM PADA ANAK KELOMPOK B2 TK BERINGIN BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | NUR KHALISAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-08-06 |
Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas, kemandirian, dan hasil aspek motorik halus anak dalam menempel dengan tepat. Penyebab dari adanya permasalahan ini disebabkan karena kurangnya kegiatan pembelajaran yang menstimulus anak, pembelajaran kurang bermakna, dan media pembelajaran kurang menarik. Solusi yang diberkan yaitu melalui Model Problem Based Learning, Direct Instruction melalui kegiatan mozaik bahan alam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru, dan menganalisis peningkatan aktivitas anak, kemandirian anak, serta hasil aspek motorik halus dalam menempel dengan tepat.
Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan. Setting penelitian ini dilakukan pada anak kelompok B2 TK Beringin Banjarmasin dengan jumlah sebanyak 15 anak. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui lembar observasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik deskriptif dijabarkan dengan tabel dan grafik. Indikator keberhasilan aktivitas guru dikatakan berhasil apabila memperoleh skor 23-28 dengan kategori “Sangat Baik”. Aktivitas anak dikatakan berhasil apabila secara klasikal dengan persentase ≥80% “Sebagian Besar Anak Aktif”. Kemandirian anak dikatakan berhasil apabila secara klasikal dengan persentase ≥80% “Sebagian Besar Anak Mandiri”. Dan hasil pekembangan motorik halus anak dikatakan berhasil apabila secara klasikal dengan persentase ≥80% “Behasil Berkembang” serta secara individu memperoleh kategori BSH dan BSB.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada pertemuan III aktivitas guru telah melaksanakan langkah-langkah model pembelajaran dengan skor 28 kategori “Sangat Baik”. Aktivitas anak telah mencapai indikator keberhasilan pada pertemuan III dengan persentase 100% kategori “Seluruh anak aktif”. Kemandirian anak telah mencapai indicator keberhasilan pada pertemuan III dengan persentase 93% kategori “Seluruh anak mandiri” dan aspek motorik halus telah mencapai indicator keberhasilan pada pertemuan III dengan persentase 87% anak berhasil mendapatkan kategori BSB dan BSH.
Dapat disimpulkan bahwa melalui Model Problem Based Learning, Direct Instruction Melalui kegiatan Mozaik bahan alan dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas anak, kemandirian dan hasil aspek motorik halus anak dalam menempel dengan tepat. Melalui penelitian ini disarankan penggunaan model tersebut dapat sebagai salah satu alternatif dalam kepentingan pendidikan anak usia dini khususnya untuk pengembangan aspek motorik halus anak dalam menempel dengan tepat.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI