DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Gastronomi dalam Novel “Negeri van Oranje” Karya Wahyuningrat dan Kawan-Kawan | |
| PENGARANG | : | FAHIMAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-08-06 |
Proses kreatif penulis dalam menciptakan karya sastra tidak terlepas dari pengaruh budaya, termasuk makanan dan minuman yang dapat mencerminkan identitas, gaya hidup, serta menjadi sarana interaksi sosial. Dalam novel, gastronomi tidak hanya memperkaya narasi dengan nilai budaya dan tradisi kuliner, tetapi juga merefleksikan kehidupan masyarakat. Kajian gastronomi sastra di Indonesia masih terbatas, terutama pada novel. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan fungsi gastronomi serta persilangan budaya antara Indonesia dengan budaya lain melalui interaksi tokoh yang melibatkan gastronomi dalam novel Negeri van Oranje karya Wahyuningrat dan kawan-kawan.
Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan gastronomi sastra dengan perspektif fungsiogastronomi sastra. Data dalam penelitian ini adalah dialog, monolog, serta narasi yang mengandung makanan dan minuman. Data ini diperoleh dari sumber data berupa novel Negeri van Oranje karya Wahyuningrat dan kawan-kawan edisi II cetakan kedua pada Agustus 2014. Pengumpulan data menggunakan teknik studi pustaka dengan instrumen penelitian berupa tabel pengklasifikasian data. Data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan teknik analisis isi.
Penelitian ini menunjukkan bahwa gastronomi dalam novel Negeri van Oranje karya Wahyuningrat dan kawan-kawan memiliki fungsi sebagai pengingat masa lalu, pembuka dalam pembicaraan, meningkatkan kebersamaan, mempererat banyak orang, pengenalan identitas, mata pencaharian, asupan nutrisi, estetika cerita, ekspresi rasa, menyehatkan jiwa manusia, bentuk adaptasi dengan lingkungan baru, penetral emosi, referensi keterampilan kuliner, dan pengenalan kebiasaan. Sementara itu, persilangan budaya dalam novel ini tercermin melalui enam komponen yang menggambarkan bahwa makanan atau minuman menjadi medium interaksi lintas budaya. Enam komponen tersebut, yaitu asal makanan atau minuman, adaptasi budaya, persepsi terhadap makanan atau minuman, konflik atau harmoni budaya, lingkungan sosial makanan atau minuman, dan makna simbolis makanan atau minuman.
Penelitian ini dapat menjadi referensi bagi peneliti selanjutnya. Selain itu, penelitian ini dapat menambah wawasan pembaca tentang fungsi gastronomi dan persilangan budaya yang tercermin melalui gastronomi saat interaksi antartokoh berlangsung. Penelitian ini dapat digunakan oleh guru Bahasa Indonesia dalam pembelajaran novel. Dosen di Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia juga dapat menggunakannya sebagai bahan ajar dalam perkuliahan. Penelitian ini turut memperkaya pemahaman peserta didik atau mahasiswa mengenai makanan dan minuman sebagai sarana komunikasi dan representasi identitas budaya dalam novel. Di samping itu, penelitian ini diharapkan menginspirasi sastrawan untuk mengangkat unsur gastronomi sebagai elemen estetika dan medium komunikasi dalam karya mereka.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI