DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MENGGUNAKAN KOMBINASI MODEL PROJECT BASED LEARNING, EXPLICIT INSTRUCTION DENGAN MEDIA LOOSE PARTS PADA KELOMPOK B RA AL AMIN BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | SRI LIDIA SAFARI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-08-06 |
ABSTRAK
Safari, Sri Lidia. 2025. Mengembangkan Kemampuan Motorik Halus Anak Menggunakan Kombinasi Model Project Based Learning, Explicit Instruction Dengan Media Loose Parts Pada Kelompok B RA Al Amin Banjarmasin. Skripsi Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing Wahdah Refia Rafianti,S.Sn., M,Pd
Kata Kunci : Motorik Halus, Menempel, Project Based Learning, Explicit Insruction, Media Loose Part.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah belum berkembangnya kemampuan motorik halus anak dalam kegiatan menempel. Hal ini terjadi karena kurangnya kegiatan yang menstimulasi aspek motorik halus sehingga kemampuan anak dalam kegiatan menempel belum berkembang yang menyebabkan anak kesulitan dalam menempel, pembelajaran hanya satu arah, model dan media yang digunakan guru kurang bervariasi , kurangnya kegiatan yang berkaitan dalam menstimulasi kemampuan motorik halus. Upaya pemecahan masalah ini dengan menggunakan kombinasi model Project Based Learning, Explicit Instruction denganmedia Loose Parts. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas anak, dan menganalisis hasil perkembangan motorik halus anak dalam kegiatan menempel.
Pendekatan ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas yang dilakukan sebanyak 3 kali pertemuan, setting penelitian dilakukan pada anak kelompok B RA Al Amin Banjarmasin yang berjumlah 11 anak terdiri dari 4 orang anak laki-laki dan 7 orang anak perempuan. Jenis data menggunakan data kualitatif. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan lembar observasi dan rubrik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aktivitas guru pada pertemuan 1 mendapat skor 19 kategori “Cukup Baik” dan terus meningkat hingga pertemuan ke-3 mendapatkan skor 26 kategori “Sangat Baik”. (2) Aktivitas anak pada pertemuan 1 mendapat persentase 18% kategori “Hampir Tidak Ada Anak Aktif” dan terus meningkat hingga pertemuan 3 mencapai 90% kategori “Hampir Seluruh Anak Aktif”.(3) Hasil perkembangan motorik halus anak pada pertemuan 1 mendapat persentase 18% dan terus meningkat hingga pertemuan 3 mencapai 90% anak berhasil berkembang kategori “Berkembang Sesuai Harapan”.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan kombinasi model Project Based Learning, Explicit Instruction dengan media Loose Part terbukti efektif dalam memperbaiki kualitas guru, meningkatkan aktivitas anak, serta mengembangkan perkembangan motorik halus anak dalam kegiatan menempel. Oleh karena itu, disarankan agar ketiga pendekatan tersebut digunakan sebagai referensi dalam pembelajaran yang efektif untuk menunjang perkembangan aspek motorik halus anak secara maksimal.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI