DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Tindak Tutur Ekspresif Antara Guru Dan Siswa Dalam Proses Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VIII SMP Negeri 27 Banjarmasin
PENGARANG:ROSITA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-08-06


Penelitian ini mengkaji wujud dan peran tuturan ekspresif dalam interaksi belajar-mengajar Bahasa Indonesia di kelas VIII-A dan VIII-B SMP Negeri 27 Banjarmasin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara rinci bentuk tindak tutur ekspresif yang digunakan oleh guru dan siswa dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari ucapan guru dan siswa di kedua kelas tersebut selama semester ganjil tahun ajaran 2024/2025, dari tanggal 2 September hingga 29 November 2024. Metode pengumpulan data meliputi observasi, perekaman, penyimakan, pencatatan, dan dokumentasi.

Hasil penelitian mengungkapkan adanya bentuk tuturan ekspresif langsung (seperti terima kasih, permintaan maaf, pujian, teguran, penyalahan, dan ucapan selamat) dan tidak langsung (ejekan). Fungsi tuturan ekspresif yang teridentifikasi meliputi menyampaikan terima kasih, meminta maaf, memuji, menegur, menyalahkan, mengejek, dan mengucapkan selamat. Dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia, tuturan pujian menjadi yang paling sering digunakan. Hal ini disebabkan pujian dari guru diyakini mampu meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri siswa, serta mempererat hubungan positif antara guru dan siswa. Pujian yang tulus diyakini dapat menumbuhkan semangat belajar dan menciptakan suasana kelas yang kondusif.

Peneliti merekomendasikan agar penelitian selanjutnya dapat mengembangkan aspek lain dalam bidang linguistik, wacana, dan pragmatik, contohnya meneliti strategi kesantunan berbahasa di lingkungan sekolah. Selain itu, penelitian mendalam mengenai jenis-jenis tindak tutur ilokusi seperti asertif,  

direktif, komisif, dan ekspresif juga disarankan untuk dilakukan baik di tingkat sekolah maupun perguruan tinggi. Bagi guru, disarankan untuk mendorong siswa mengembangkan kemampuan berbicara yang sopan dan efektif. Siswa diharapkan memahami pentingnya tuturan ekspresif dalam berkomunikasi, terutama selama proses pembelajaran. Sekolah diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung ekspresi diri yang positif dan inklusif.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI