DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENGEMBANGKAN AKTIVITAS, KEMANDIRIAN DAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MENGGUNAKAN MODEL PROJECT BASED LEARNING, MODEL EXPLICIT INSTRUCTION, DAN MEDIA LACING CARD PADA KELOMPOK A DI TK ASMAUL HUSNA | |
| PENGARANG | : | MAYSARAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-08-06 |
Maysarah. 2025. Mengembangkan Aktivitas, Kemandirian dan Kemampuan Aspek
Motorik Halus Anak Menggunakan Model Project Based Learning, Model
Explicit Instruction, dan Media Lacing Card Pada Kelompok A di TK Asmaul
Husna. Skripsi S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat
Banjarmasin. Pembimbing Prof. Drs. Ahmad Suriansyah, M.Pd., Ph.D
Kata Kunci: Motorik Halus, Project Based Learning, Explicit Instruction, Media
Lacing Card
Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil perkembangan
motorik halus anak pada kelompok A dalam kemampuan mengkoordinasikan mata
dan tangan untuk melakukan gerakan yang rumit. Hal ini disebabkan kegiatan
pembelajaran yang dilakukan kurang bervariasi, proses pembelajaran yang dilakukan
hanya bersifat satu arah, dan tingkat kemandirian yang rendah terlihat dari
ketergantungan anak pada guru dalam menyelesaikan tugas. Tujuan penelitian ini
untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas anak, kemandirian anak dan
menganalisis hasil perkembangan aspek motorik halus anak.
Pendekatan penelitian ini menggunakan kualitatif dengan jenis Penelitian
Tindakan Kelas (PTK), dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan, setting penelitian pada
anak kelompok A TK Asmaul Husna yang berjumlah 9 anak. Teknik pengumpulan
data menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Jenis data dalam
penelitian ini adalah data kualitatif. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif
analisis yang dijabarkan dengan cross tabulasi dan grafik yang disajikan dengan
indikator keberhasilan perkembangan yang ditetapkan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) aktivitas guru pada pertemuan ke-1
mendapatkan skor 22 dengan kategori “Baik” dan terus meningkat hingga pertemuan
ke-3 mendapat skor 26 dengan kategori “Sangat Baik”. (2) Aktivitas anak pada
pertemuan ke-1 mendapatkan persentase 11% kategori “Hampir Tidak Ada Anak
Aktif” dan terus meningkat hingga pertemuan ke-3 mendapat persentase 100%
kategori “Seluruh Anak Aktif”. (3) Kemandirian anak pada pertemuan ke-1
mendapat persentase 44% kategori “Sebagian Kecil Anak Mandiri” dan terus
meningkat hingga pertemuan ke-3 mencapai 100% kategori “Seluruh Anak
Mandiri”. (4) Hasil perkembangan aspek motorik halus anak pada pertemuan ke-1
mendapat persentase 33% dan terus meningkat hingga pertemuan ke-3 mencapai
100% anak berhasil berkembang dengan kategori “Berkembang Sangat Baik (BSB)”.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan model
Project Based Learning, model Explicit Instruction, dan media Lacing Card dapat
mengembangkan aktivitas guru, aktivitas anak, kemandirian anak dan hasil
perkembangan motorik halus anak dengan sangat baik dan seluruh anak aktif.
Disarankan bagi kepala sekolah, guru, dan penelitian berikutnya dapat menjadi bahan
informasi untuk memperbaiki pembelajaran pada anak.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI