DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN KERJA SAMA PESERTA DIDIK PADA MUATAN PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 3 MENGGUNAKAN MODEL KATUPAT DI SD NEGERI 1 BANUA HANYAR KOTA KANDANGAN
PENGARANG:SITI RAFIAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-08-07


Permasalahan pada penelitian ini adalah rendahnya aktivitas, keterampilan berpikir kritis dan kerja sama peserta didik. Hal ini disebabkan pembelajaran peserta didik kurang terlibat aktif, kurang melatih keterampilan berpikir kritis dan kerja sama. Pembelajaran kurang menarik dan menyenangkan karena model dan metode pembelajaran yang kurang bervariasi. Upaya mengatasinya dengan menggunakan model KATUPAT. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas pendidik, menganalisis peningkatan aktivitas peserta didik, keterampilan berpikir kritis dan kerja sama serta hasil belajar.

Penelitian ini menggunakan PTK yang dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan. Subjek penelitian yaitu peserta didik kelas 3 SD Negeri 1 Banua Hanyar yang berjumlah 19 orang, pada semester 2 tahun ajaran 2024/2025.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi aktvitas pendidik, aktivitas peserta didik, keterampilan berpikir kritis dan kerja sama serta hasil belajar yang diperoleh melalui tes. Analisis dalam penelitian ini menggunakan teknik deskriptif analisis dan dijabarkan dengan tabel, grafik, dan interpretasi dengan persentase.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pendidik pada pertemuan  1 sampai 4 meningkat dari kriteria “Baik” menjadi kriteria “Sangat Baik”. Aktivitas peserta didik pada pertemuan 1sampai 4 meningkat dari  kriteria “Sebagian kecil peserta didik sangat aktif” menjadi “Hampir Seluruh Peserta Didik Sangat Aktif”. Keterampilan berpikir kritis peserta didik pada pertemuan 1 sampai 4 mengalami peningkatan dari Sebagian Kecil peserta didik sangat terampil” menjadi “Hampir Seluruh Peserta Didik Sangat Terampil”. Pada keterampilan kerja sama peserta didik pertemuan 1 sampai 4 mengalami peningkatan dari kriteria “Sebagian Kecil Peserta Didik sangat Terampil” menjadi “Hampir Seluruh Peserta Didik Sangat Terampil”. Sehingga hal ini berdampak pada hasil belajar kognitif, afektif dan psikomotorik peserta didik pertemuan 1 sampai 4 terjadi peningkatan secara klasikal.

Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan model KATUPAT dapat meningkatkan aktivitas, keterampilan berpikir kritis dan kerja sama serta hasil belajar peserta didik. Adapun saran bagi kepala sekolah, pendidik dan peneliti lain adalah hendaknya agar penelitian dapat dijadikan sebagai referensi dalam menggunakan model pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas, keterampilan berpikir kritis dan kerja sama serta hasil belajar.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI