DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA MATA PELAJARAN IPAS MENGGUNAKAN MODEL PBL, STAD, DAN TGT PADA SISWA KELAS VA SDN BERANGAS TIMUR 1 | |
| PENGARANG | : | ROSIHA ILMA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-08-07 |
Permasalahan pada penelitian ini adalah rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa dan hasil belajar siswa pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya kemampuan siswa dalam menerapkan keterampilan berpikir kritis ketika menghadapi soal-soal yang kompleks dan menuntut pemecahan masalah. Selain itu, Siswa mengalami kesulitan untuk memahami pertanyaan dan mengemukakan pendapat serta rendanya partisipasi siswa dalam diskusi saat proses pembelajaran. Akibatnya, siswa menjadi pasif dan kehilangan kesempatan untuk berinteraksi dengan materi secara mendalam dan kritis. Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran PBL, STAD Dan TGT dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis aktivitas siswa, menganalisis keterampilan berpikir kritis siswa dan menganalisis hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam 4 kali pertemuan. Setting penelitian ini adalah siswa kelas VA SDN Berangas Timur 1, Kabupaten Barito Kuala yang berjumlah 25 orang siswa terdiri dari 12 orang siswa perempuan dan 13 orang siswa laki-laki, pada semester II tahun ajaran 2024/2025. Jenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, dan keterampilan berpikir kritis. Data kuantitatif untuk hasil belajar siswa yang diperoleh melalui tes tertulis secara kelompok maupun individu. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kemudian dituangkan melalui tabel dan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan 1 sampai 4 terlaksana dengan baik sesuai langkah-langkah dari skor 27 hingga 32. Aktivitas siswa pada pertemuan 1 sampai 4 meningkat dari 44% hingga 88%. Keterampilan berpikir kritis pada pertemuan 1 sampai 4 meningkat dari 36% hingga 82%. Untuk hasil belajar siswa pada pertemuan I sampai 4 dengan ketuntasan klasikal 44% meningkat pada pertemuan 4 dengan ketuntasan klasikal 96%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan model PBL, STAD Dan TGT dapat meningkatkan aktivitas, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar. Adapun saran dalam penggunaan model tersebut sebagai alternatif dalam meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis siswa dan hasil belajar siswa.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI