DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENINGKATKAN AKTIVITAS, KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KARAKTER WASAKA MUATAN IPAS MENGGUNAKAN MODEL PROSES TERINTEGRASI STEAM PADA KELAS IV SDN TANIPAH 2 | |
| PENGARANG | : | ADE AYU PUTRI NUGROHO | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-08-07 |
Permasalahan pada penelitian ini adalah rendahnya aktivitas, kemampuan berpikir kritis, karakter WASAKA, dan hasil belajar siswa. Hal ini disebabkan oleh siswa kurang aktif dalam pembelajaran karena pembelajaran yang masih bersifat satu arah, serta pembelajaran yang masih monoton karena kurangnya variasi dalam model pembelajaran, rendahnya kemampuan siswa dalam berpikir kritis disebabkan kurangnya kegiatan siswa yang mengasah kemampuan berpikir kritis, dan rendahnya karakter Disiplin siswa karena kurangnya penanaman karakter disiplin saat proses pembelajaran. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menggunakan model PROSES. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aktivitas guru, dan menganalisi peningkatan aktivitas, kemampuan berpikir kritis, karakter WASAKA serta hasil belajar siswa.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan. Subjek dari penelitian ini adalah peserta didik kelas IV SDN Tanipah 2, dengan jumlah peserta didik sebanyak 20 orang pada semester II tahun ajaran 2024/2025. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Data kualitatif diperoleh melalui observasi aktivitas pendidik, aktivitas peserta didik dan kemampuan berpikir kritis, kemudian menggunakan data kuantitatif untuk hasil belajar peserta didik yang diperoleh melalui tes tertulis secara individu. Analisis dalam penelitian ini menggunakan teknik deskriptif analisis dan dijabarkan dengan tabel, grafik, dan interpretasi dengan persentase.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan I mendapat skor 36 meningkat pada pertemuan IV mendapat skor 46 dengan kriteria "Sangat Baik". Aktivitas siswa pada pertemuan I sebesar 35% meningkat pada pertemuan IV sebesar 95% dengan kriteria "Sangat Aktif". Kemampuan berpikir kritis siswa pada pertemuan I sebesar 35% meningkat pada pertemuan IV sebesar 100% dengan kriteria "Sangat Kritis". Karakter WASAKA siswa pada pertemuan I sebesar 20% meningkat pada pertemuan IV sebesar 100% dengan kriteria "Membudaya". Adapun ketuntasan klasikal hasil belajar siswa pertemuan I sampai pertemuan IV meningkat.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa menggunakan model "PROSES" dapat meningkatkan aktivitas, kemampuan berpikir kritis, karakter WASAKA, dan hasil belajar siswa. Disarankan model ini dapat dijadikan salah satu alternatif dalam meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, kemampuan berpikir kritis, karakter WASAKA, dan hasil belajar.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI