DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN KERJA SAMA PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN MODEL LAMPION PADA MUATAN IPAS DI KELAS V SD KRISTEN BANJARMASIN | |
| PENGARANG | : | SITI RAFIKA RAHMAWATI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-08-07 |
Rahmawati, S. R. (2025). Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Kerja Sama Peserta Didik Menggunakan Model LAMPION Pada Muatan IPAS Di Kelas V SD Kristen Banjarmasin. Skripsi program Studi Pendidikan Pendidik Sekolah Dasar. Fakultas Kependidikan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat. Dosen Pembimbing Fathul Jannah, M.Pd.
Kata Kunci: Keterampilan Berpikir Kritis, Kerja Sama, Model LAMPION
Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas, keterampilan berpikir kritis, kerja sama, dan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran IPAS kelas V SD Kristen Banjarmasin. Hal ini disebabkan oleh pembelajaran yang bersifat satu arah, peserta didik terbiasa mengerjakan tugas secara individu, serta kurangnya variasi model pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Solusi yang ditawarkan dalam penelitian ini adalah penerapan model LAMPION, yaitu gabungan dari model Problem Based Learning (PBL), Group Investigation (GI), dan Teams Games Tournament (TGT) untuk menciptakan suasana belajar yang kolaboratif, menantang, dan menyenangkan.
Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang dilaksanakan dalam empat pertemuan pada semester II tahun ajaran 2024/2025. Subjek penelitian adalah sepuluh peserta didik kelas V SD Kristen Banjarmasin. Data kualitatif diperoleh melalui observasi aktivitas pendidik, aktivitas peserta didik, keterampilan berpikir kritis, dan kerja sama peserta didik. Sementara itu, data kuantitatif diperoleh dari tes hasil belajar secara berkelompok dan evaluasi individu. Teknik analisis data menggunakan deskriptif analisis yang disajikan dalam bentuk tabel, grafik, dan persentase.
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada setiap aspek yang diamati. Aktivitas pendidik meningkat dari kriteria “Baik” menjadi “Sangat Baik”, aktivitas peserta didik dari “Kurang Aktif” menjadi “Sangat Aktif”, keterampilan berpikir kritis dari “Kurang Terampil” menjadi “Sangat Terampil”, dan kerja sama dari “Kurang Bekerjasama” menjadi “Sangat Bekerjasama”. Peningkatan juga terlihat pada hasil belajar peserta didik secara klasikal dalam aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dari pertemuan I hingga IV.
Dapat disimpulkan bahwa model LAMPION efektif dalam meningkatkan aktivitas, keterampilan berpikir kritis, kerja sama, dan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran IPAS. Oleh karena itu, model LAMPION dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran yang direkomendasikan bagi pendidik dalam menciptakan suasana belajar yang aktif, kolaboratif, dan bermakna, serta sebagai referensi bagi peneliti selanjutnya dalam mengembangkan model pembelajaran yang inovatif.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI