DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN AKTIVITAS, BERPIKIR KRITIS, DAN KERJASAMA SISWA PADA MUATAN IPAS MENGGUNAKAN MODEL PERSATUAN KELAS V SDN TELAGA BIRU 7
PENGARANG:NUR ANNISA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-08-07


Annisa, Nur. 2025. Meningkatkan Aktivitas, Berpikir Kritis, Dan Kerjasama Siswa Pada Muatan IPAS Menggunakan Model PERSATUAN Kelas V SDN Telaga Biru 7. Skripsi Program S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung  Mangkurat Banjarmasin.

            Pembimbing : Prof. Dr. Hj. Aslamiah, M.Pd., Ph.D

KataKunci:Aktivitas,HasilBelajar,Kerjasama,BerpikirKritis,PERSATUAN.

Permasalahan pada penelitian ini adalah rendahnya aktivitas, berpikir kritis, dan kerjasama siswa. Hal tersebut disebabkan siswa kurang terlibat aktif dalam kegiatan berpikir kritis dan kerjasama, pembelajaran bersifat satu arah, kurangnya partisipasi siswa dalam belajar, serta pembelajaran kurang menarik dan menyenangkan. Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan model PERSATUAN. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas siswa, berpikir kritis, dan kerjasama siswa.

PenelitianinimenggunakanPTKyangdilaksanakandalam4kalipertemuan. Subjek penelitian yaitu siswa kelas V SDN Telaga Biru 7 yang berjumlah20orang,padasemesterIItahunajaran2024/2025.Penelitianini menggunakan pendekatan kualitatif. Jenis data dalam penelitian iniberupa data kualitatif dan data kuantitatif, data diperoleh melalui observasi aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan kerjasama dan berpikir kritis, serta hasil belajaryang diperoleh melalui tes tertulis secara kelompok dan individu. Analisis data menggunakanteknikdeskriptifkualitatifyangdisajikandengantabeldangrafik.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan 1 sampai 4meningkatdarikriteria“baik”menjadikriteria“sangatbaik”.Aktivitassiswa pada pertemuan 1 sampai 4 meningkat dari kriteria “sebagian kecil siswa sangat aktif” menjadi “hampir seluruh siswa sangat aktif”.Keterampilan berpikir kritis pada pertemuan 1 sampai 4 meningkat dari kriteria “sebagian kecil siswa sangat terampil” menjadi “seluruh siswa sangat terampil”. Keterampilan kerjasama pada pertemuan 1 sampai 4 meningkat dari kriteria“sebagian kecil siswa terampil” menjadi “hampir seluruh siswa sangat terampil”.Sehingga hal ini berdampak pada hasil belajar afektif, kognitif, dan psikomotorik siswa pertemuan 1 sampai 4 terjadi peningkatan secara klasikal.

Berdasarkan temuan dapat disimpulkan bahwa model PERSATUAN dapat meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan kerjasama dan berpikir kritis, serta hasil belajar pada siswa. Disarankan penggunaan model tersebut sebagai alternatif dalam meningkatkan aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan kerjasama dan berpikir kritis, serta hasil belajar.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI