DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) TERHADAP RESPON BIOLOGIS IKAN LELE (Clarias gariepinus) YANG DIINFEKSI BAKTERI Aeromonas hydrophila | |
| PENGARANG | : | SORAYA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-08-08 |
ABSTRAK
SORAYA. 2025. “Efektivitas Ekstrak Daun kersen (Muntingia calabura L.) terhadap Respon Biologis Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) yang Diinfeksi Bakteri Aeromonas hydrophila. Pembimbing (1) Dr. Ir. Pahmi Ansyari, M.Si. dan Pembimbing (2) Dr. Ir. Fatmawati, M.Si.
Kata kunci: ikan lele, Muntingia calabura L, A.hydrophila, fitokimia,hematologi
Ekstrak daun kersen (Muntingia calabura L) dengan kandungan metabolit sekunder saponin, alkaloid, flavonoid, terpenoid, tanin, steroid, fenolik dan antosianin, digunakan untuk pengobatan infeksi bakteri Aeromonas hydrophila pada ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) dengan metode perendaman. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kadar metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak daun kersen, sintasanikan lele dumbo, kondisi hematologis dan histopatologis ikan lele dumbo yang diinfeksi bakteri A. hydrophila dengan pemberian ekstrak daun kersen.Penelitian diawali uji antibakteri dan Uji MIC metode difusi cakram, sebagai dasar penentuan dosis perendaman. Uji fitokimia dilakukan secara kuantitatif untuk mengetahui metabolit sekunder yang terkandung di dalam ekstrak daun kersen. Deteksisaponin dan alkaloid menggunakan metode gravimetri, dan spektrofotometer UV-Vis pada flavonoid, fenolik, antosianin, tannin, terpenoid dan steroid. Uji tantang menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan 3 kali ulangan. Semua perlakuan diinfeksi A. hydrophila kecuali Kn, Perlakuan A (perendaman ekstrak daun kersen100 ppm), B (perendaman ekstrak daun kersen 200 ppm), C (perendaman ekstrak daun kersen 300 ppm), Kp (ikan sakit) dan Kn (ikan sehat). Parameter yang diamati adalah tingkah laku dan gejala kinis, sintasan, hematologis, histopatologis, dan kualitas air. Hasil analisis fitokimia kuantitatif yaitu saponin. 9,57 %, alkaloid 11,18%, flavonoid 24,25 mg/g, terpenoid 518,8 mg/g, tanin 0,337 mg/g, steroid 39,883 mg/g, fenolik 26,813 mg/g, antosianin 0,0121 mg/100 g.Sintasan ikan lele dumbo 6,67 – 10%, pemberian ekstrak daun kersen dengan dosis 100 ppm, 200 ppm, 300 ppm, tidak berbeda nyata terhadap sintasan ikan lele. Pemberian ekstrak daun kersen pada ikan lele dumbo dapat memperbaiki keadaan hematologis ikan yang terinfeksi bakteri A.hydrophila. Nilai rerata hematokrit terendah 32±10 %, leukokrit terendah 2,14±1,8% dan hemoglobin tertinggi yakni 8,00±3,03 g/100 mL, dan plasma darah semua perlakuan menunjukkan ikan dalam keadaan sehat kecuali pada perlakuan A1 dan KP1 (terjadi lisis). Pengamatan histopatologis jaringan ginjal dan hati ikan lele dumbo yang diinfeksi dengan bakteri Aeromonas hydrophila dan diberi perlakuan ekstrak daun kersen secara perendaman, diketahui adanya kerusakan jaringan pada ginjal berupa nekrosis, kariolisis, hemosiderin, vakuolasi epitel tubulus dan Melanomacrophage (MMC). Pada hati tampak nekrosis hepatosit, infiltrasi leukosit, dan vakuolasi hepatosit. Parameter kualitas air berada dalam kisaran yang sesuai untuk kelangsungan hidup ikan lele dumbo, kecuali parameter DO kurang dari 5 mg/L
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI