DIGITAL LIBRARY



JUDUL:SUREALISME DALAM NOVEL KISAH SARANJANA KOTA GAIB KALIMANTAN KARYA DIKI RIFATTAMA
PENGARANG:ADE IDA INDRIYANI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-08-08


ABSTRAK

Indriyani, Ade Ida. 2025. Surealisme dalam Novel Kisah Saranjana Kota Gaib Kalimantan Karya Diki Rifattama. Tesis. Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing:(1) Prof. Dr. Fatchul Mu’in, M.Hum.; (2) Dr. Dwi Wahyu Candra Dewi, M.Pd.

Kata Kunci:surealisme, novel saranjana, mitos lokal

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aspek surealisme yang terdapat dalam novel Kisah Saranjana Kota Gaib Kalimantan karya Diki Rifattama, menganalisis pengaruh penggunaan surealisme terhadap pengembangan karakter dan alur cerita, serta mengungkap pesan budaya dan kritik sosial yang disampaikan penulis melalui pendekatan surealisme dalam novel. Penelitian ini didasari oleh anggapan bahwa surealisme dalam novel tidak hanya sebagai gaya estetika, tetapi juga sebagai cara untuk menafsirkan kembali mitos lokal dalam konteks sastra modern.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Data diperoleh melalui pembacaan mendalam terhadap novel, kemudian dianalisis menggunakan teori surealisme dari André Breton serta teori sastra lainnya. Data yang dianalisis meliputi kutipan narasi, karakter, dialog, dan simbol-simbol yang menunjukkan unsur surealisme. Prosedur analisis dilakukan melalui tahap identifikasi, kategorisasi, interpretasi, serta penyimpulan data secara deskriptif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini mengandung unsur surealisme yang kuat, tercermin melalui; (1) Penggambaran Kota Saranjana sebagai ruang mitologis yang tidak tunduk pada logika dunia nyata. Karakter yang diperankan dalam novel seperti pada tokoh Abah Hamid, Upik, dan Rama mengalami pengalaman transendental yang menandakan perpaduan antara dunia nyata dan dunia gaib. Kota Saranjana direpresentasikan sebagai dunia utopis yang menjadi kritik terhadap kondisi sosial masyarakat modern. Selain itu; (2) Kemunculan tokoh Mustafa yang berasal dari bangsa jin dan ditugaskan sebagai penjaga Abah Hamid yang juga termasuk dalam unsur surealisme yang ditemukan. Simbolisme dan imaji surealisme dalam novel ini berfungsi untuk mengangkat nilai-nilai budaya lokal dan spiritualitas masyarakat Kalimantan Selatan ke dalam karya sastra kontemporer. Dengan demikian, novel ini bukan hanya sebuah cerita fantasi, tetapi juga ekspresi kebudayaan dan refleksi identitas lokal melalui medium sastra.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI