DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Wacana Persuasif dalam Interaksi Jual Beli Pasar Terapung Lok Baintan Kabupaten Banjar
PENGARANG:ACHMAD AKBARI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-08-08


Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji wacana persuasif dalam interaksi jual beli di Pasar Terapung Lok Baintan, Kabupaten Banjar. Fokus penelitian meliputi tiga aspek utama: (1) wujud wacana persuasif yang digunakan pedagang dalam menarik minat pembeli, (2) teknik-teknik yang digunakan dalam penyampaian wacana persuasif, dan (3) fungsi dari wacana persuasif dalam konteks jual beli tradisional tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan landasan teori retorika Aristoteles, yaitu ethos, pathos, dan logos. Pendekatan ini digunakan untuk memahami secara mendalam bentuk, teknik, dan fungsi wacana persuasif yang muncul dalam interaksi jual beli secara alami dan kontekstual. Data penelitian diperoleh melalui teknik observasi langsung terhadap aktivitas komunikasi pedagang dan pembeli di Pasar Terapung Lok Baintan, wawancara mendalam dengan sejumlah pedagang dan pembeli, serta dokumentasi berupa rekaman audio-visual dan catatan lapangan. Informan penelitian dipilih secara purposif berdasarkan keterlibatan aktif mereka dalam interaksi jual beli. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis wacana model Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Validitas data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Penelitian ini menekankan pada pemahaman proses komunikatif yang tidak hanya mengandalkan bahasa verbal, tetapi juga unsur nonverbal dan budaya lokal yang melatarbelakangi strategi persuasif di pasar tradisional terapung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wacana persuasif dalam interaksi jual beli di Pasar Lok Baintan tidak hanya bersifat verbal, tetapi juga mengandalkan strategi nonverbal yang kontekstual dan budaya. Pedagang menggunakan kredibilitas personal (ethos), sentuhan emosional (pathos), dan alasan logis (logos) dalam menyampaikan tawaran dagangannya. Teknik yang digunakan mencakup penggunaan bahasa lokal, pantun, humor, dan ekspresi wajah yang bersahabat. Fungsi wacana persuasif tersebut antara lain untuk membangun kepercayaan, membujuk pembeli, menciptakan kedekatan emosional, serta mempertahankan nilai-nilai budaya Banjar dalam transaksi ekonomi. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap kajian linguistik dan komunikasi budaya lokal serta pelestarian pasar tradisional sebagai warisan budaya. 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI