DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Struktur Histologis Organ Ginjal Ikan Sembilang (Plotosus canius) Akibat Kandungan Kadmium (Cd) di Estuari Kuala Tambangan | |
| PENGARANG | : | REGINA PUTRI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-08-08 |
Estuaria adalah suatu perairan yang berbentuk massa air semi tertutup yang berhubungan langsung dengan laut. Ada berbagai jenis ikan hidup di perairan estuaria Kuala Tambangan salah satunya ikan sembilang. Banyaknya akivitas negatif menyebabkan penurunan kualitas perairan yang disebabkan oleh bahan pencemar salah satunya adalah logam berat dengan konsentrasi tinggi yang dapat menyebabkan gangguan fisiologis biota perairan dan kerusakan organ pada biota perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan informasi mengenai kualitas perairan di desa Kuala Tambangan berdasarkan stuktur histopatologi ginjal ikan sembilang akibat kandungan kadmium sebagai upaya monitoring kualitas perairan desa Kuala Tambangan. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu sampel ikan sembilang diambil beberapa titik sampling di Estuari Kuala Tambangan. Sampel di bawa ke Balai Standarisasi dan Pelayanan Jasa Industri Banjarbaru untuk pengukuran kandungan logam berat dengan metode (AAS). Pembuatan preparat histologi ginjal ikan sembilang dilakukan dengan metode paraffin. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kerusakan histopatologi ginjal ikan sembilang meliputi Melano Makrofag Center (MMC), kongesti dan pembengkakan glomerulus. Berdasarkan hasil rata-rata skoring menunjukkan hasil tergolong rusak sedang 50%≤P≤75%, atau dengan skor 2. Hasil dari kadar kadmiumdianalisis dengan membandingkan hasil pengujian di laboratorium dengan standar baku mutu yang sesuai dengan SNI No.7387 Tahun 2009. Hasil yang diperoleh melebihi ambang batas yang ditentukan oleh SNI yaitu 0,1 mg/kg sehingga ikan ini tidak layak konsumsi.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI