DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | KARAKTER TOKOH DEMANG LEHMAN DALAM NASKAH FRAGMEN PERANG BANJAR KARYA DMA. H. ADJIM ARIJADI: KAJIAN PSIKOLOGIS SASTRA | |
| PENGARANG | : | A. OKTOFANNY HIDAYAT | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-08-08 |
Hidayat, A. Oktofanny. 2025. Karakter Tokoh Demang Lehman Dalam Naskah
Fragmen Perang Banjar Karya DMA. H. Adjim Arijadi: Kajian Psikologis
Sastra. Tesis. Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra
Indonesia, Universitas Lambung Mangkurat: (1) Dr. H. Muhammad Rafiek,
M.Pd; (2) Dr. Hj. Noor Eka Chandra, M.Pd.
Kata Kunci: Psikologi Individual, Demang Lehman, Perang Banjar
Naskah drama fragmen Perang Banjar karya DMA. H. Adjim Arijadi,
yaitu: Demang Lehman, Perang Banjar: Taratak Dermaga Darah,
Halilintar Perang Banjar, Guntur Haram Manyarah terdapat tokoh
Demang Lehman yang kompleks baik secara psikologi.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur intrinsik, alur
cerita, penokohan, latar, tema, dan wujud psikologi individual tokoh
Demang Lehman karya DMA. H. Adjim Arijadi. Dengan menggunakan
metode deskriptif kualitatif dan Psikologi Individual sebagai metode
analisisnya.
Berdasarkan analisis data, ditemukan tokoh Demang Lehman
memiliki: Dorongan menuju Superioritas moral dan sosial menunjukkan
dorongan kuat untuk mengatasi ketidakberdayaan politik dan penjajahan
melalui perjuangan tanpa kompromi. Minat sosial yang tinggi, segala
keputusan dan tindakannya berorientasi pada kepentingan masyarakat
Banua Banjar. Kompensasi terhadap rasa Inferioritas, sebagai pemimpin
lokal melawan kekuatan kolonial besar, ia jelas berada pada posisi Inferior
secara struktural. Tujuan Hidup yang idealistik, dia mengarahkan seluruh
hidupnya pada satu tujuan besar yaitu kemerdekaan dan pengusiran
penjajah. Gaya Hidup Pejuang, dia konsisten sebagai pejuang anti
penjajahan yang hidup dengan nilai keberanian, kesetiaan, dan pengabdian.
Kekuatan Diri, dalam situasi penuh tekanan, dia tidak menjadi korban pasif.
Dia tetap berpikir strategis, memilih jalan perjuangan secara sadar, dan
bahkan memberi ruang bagi pemimpin lain. Dari prinsi-prinsip tersebut
akhirnya ditemukan: (1) Latar Psikologis, dari Idis ke Demang Lehman, (2)
Konflik Batin antara kompromi dan konsistensi moral, (3) Keteguuhan
sebagai mekanisme adaptasi, (4) Kematian sebagai pemenuhan diri. Tokoh
Demang Lehman adalah model ideal dari seorang manusia yang berhasil
menjembatani antara identitas personal dan tanggung jawab sosial, antara
trauma sejarah dam keteguhan nilai.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI