DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN AKTIVITAS, KREATIVITAS DAN KETERAMPILAN MOTORIK HALUS DENGAN MODEL ???????????????????????????? ???????????????????? ????????????????????????????????, METODE DEMONTRASI MELALUI KEGIATAN MOZAIK PADA KELOMPOK B TK NEGERI 1 ALALAK
PENGARANG:SANTI SETIA WATI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-08-09


ABSTRAK

Wati, Setia Santi. 2025. Meningkatkan aktivitas, kreativitas, dan keterampilan motorik halus dengan model project based learning, metode demonstrasi melalui kegiatan mozaik pada kelompok B TK Negeri 1 Alalak. Skripsi program pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing Prof. Dr. Hj. Aslamiah, M.Pd.,Ph.D

Kata Kunci: keterampilan motorik halus, model project based learning, metode demonstrasi, kegiatan mozaik. 

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas anak dalam proses kegiatan pembelajaran, kreativitas anak dalam kegiatan pembelajaran, dan kemampuan keterampilan aspek motorik halus anak dalam mengontrol gerakan otot halus tangan kanan dan kiri. Hal ini disebabkan pembelajaran yang monoton, bersifat satu arah, bersifat abstrak, dan kurangnya kegiatan menarik yang menstimulasi kemampuan keterampilan motorik halus. Penelitian ini bertujan untuk mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis aktivitas anak, kreativitas dan hasil perkembangan keterampilan motorik halus anak. 

Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dan jenis Penelitian Tindak Kelas, dilaksanakan dengan 4 pertemuan. Setting penelitian ini adalah anak kelompok B1 TK Negeri 1 Alalak dengan jumlah anak 16 orang anak. Data diperoleh dari lembar hasil observasi aktivitas guru, aktivitas anak, kreativitas dan hasil capaian perkembangan motorik halus anak. Teknik pengumpulan data yang dilakukan observasi dengan analisis data kualitatif dan kuantitatif.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan I mendapat skor 16, pertemuan II mendapat skor 19, pertemuan III mendapat skor  23, dan pertemuan IV mendapat skor 28. Aktivitas anak pada pertemuan I memperoleh persentase 44%, pertemuan II memperoleh persentase 87%, pertemuan III memperoleh persentase 94%, dan pertemuan IV memperoleh 100%. Kreativitas anak pada pertemuan I memperoleh persentase 31%, pertemuan II memperoleh persentase 56%, pertemuan III memperoleh persentase 87%, dan pertemuan IV memperoleh 100%. Hasil perkembangan motorik halus pada pertemuan I memperoleh persentase 31%, pertemuan II memperoleh persentase 50%, pertemuan III memperoleh persentase 87%, dan pertemuan IV memperoleh 100%.

Berdasarkan temuan ini dapat disimpulkan bahwa kombinasi Model Project Based Learning, metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar anak, kreativitas dan keterampilan motorik halus. Pada aktivitas guru mencapai kriteria sangat baik dan aktivitas anak mencapai kriteria sangat aktif, kreativitas anak mencapai skor sangat kreatif, serta perkembangan keterampilan motorik halus anak mencapai Berkembang Sangat Baik (BSB). Diharapkan bagi kepala guru,kepala sekolah dan peneliti selanjutnya dapat menjadi salah satu alternatif saat memilih model pembelajaran secara keseluruhan.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI