DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Strategi Promosi Wisata Kampung Ketupat Kota Banjarmasin Dalam Meningkatkan Kunjungan Wisatawan | |
| PENGARANG | : | NISA ISNANI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-08-12 |
Terletak di jantung Desa Sungai Baru, Kampung Ketupat menawarkan pengalaman wisata unik yang memadukan tradisi lokal dengan sentuhan modern, menjadikannya destinasi wisata yang memikat di Kota Banjarmasin. Sebagai salah satu desa tematik terkemuka, Kampung Ketupat terkenal dengan produksi makanan tradisional dan objek wisata yang unik. Namun, meskipun harga tiket turun dari Rp 20.000-25.000 menjadi Rp 5.000, jumlah pengunjung terus menurun. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan survei, wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, serta analisis data menggunakan teknik SWOT.
Temuan penelitian menyarankan beberapa strategi untuk mempromosikan pariwisata di Kampung Ketupat guna meningkatkan jumlah pengunjung. Pertama, periklanan melalui brosur dan e-flyer memberikan informasi tentang harga, fasilitas, dan aktivitas yang tersedia. Kedua, promosi penjualan berperan dalam menarik pengunjung baru dan mendorong kunjungan kembali. Ketiga, hubungan masyarakat berfungsi sebagai alat untuk membangun reputasi dan menjalin hubungan jangka panjang dengan masyarakat, pelaku bisnis, dan media. Keempat, penjualan personal mengandalkan komunikasi tatap muka dengan hotel, perusahaan, dan wedding organizer untuk mengajukan kerja sama. Kelima, pemasaran langsung memanfaatkan platform media sosial seperti Instagram, dengan rencana ekspansi ke Facebook dan TikTok. Keenam, pemasaran dari mulut ke mulut memanfaatkan rekomendasi dari pengunjung yang puas. Dalam analisis SWOT, kekuatan Kampung Ketupat terletak pada kekayaan budaya lokal dan pengalaman wisata yang unik. Peluangnya antara lain meningkatkan popularitas pariwisata lokal melalui kolaborasi dengan influencer dan platform media sosial. Namun, kelemahan seperti keterbatasan infrastruktur dan promosi yang belum optimal perlu diatasi untuk meningkatkan daya tariknya bagi wisatawan. Terakhir, ancaman seperti persaingan dari destinasi lain dengan fasilitas yang lebih baik dan upaya promosi yang lebih intensif perlu diantisipasi.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI