DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Gaya Kepemimpinan Camat Dalam Monitoring Kegiatan Pegawai Pada Kantor Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut | |
| PENGARANG | : | MARLINA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-08-20 |
ABSTRAK
Marlina, 2320419320015, 2025, gaya kepemimpinan camat dalam monitoring kegiatan pegawai pada kantor Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut. Tesis Program Administrasi Publik Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Dibawah bimbingan Budi Suryadi.
Pelayanan publik setiap unit organisasi mempunyai tugas pokok dan fungsi masing-masing untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kepemimpinan menyangkut proses mempengaruhi digunakan seseorang terhadap orang lain untuk mengorganisir hubungan dalam organisasi. Kecamatan Jorong Dalam hal pekerjaan masih ditemukannya pekerjaan yang terbengkalai, pelayanan kepada masyarakat kurang memuaskan akibat terlambatnya ASN yang datang tidak tepat waktu sedangkan masyarakat membutuhkan pelayanan yang maksimal agar kebutuhan masyarakat dalam hal surat menyurat itu terlaksana dengan baik. Selain itu, faktor antara lain keterbatasan SDM baik kuantitas maupun kualitas, keterbatasan dukungan anggaran dan wewenang dalam melaksanakan.
Penelitian ini menggunakan tipe penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif. teknik pengumpulan Triangulasi. Penelitian ini adalah data primer dan data sekunder dengan informan penelitian serta analisis data melalui Data Condensation, Data Display dan Conclusion Drawing/Verifications.
Hasil penelitian, diketahui bahwa dalam gaya kepemimpinan camat dalam monitoring kegiatan pegawai pada kantor Kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut menunjukkan cukup baik dilihat berdasarkan empat indikator yaitu kemampuan kerjasama dan hubungan yang baik, kemampuan yang efektivitas kepemimpinan yang partisipatif dan kemampuan dalam mendelegasikan tugas. Sedangkan, faktor-faktor penghambat dalam yakni yang pertama kurangnya kesadaran yang dimiliki pegawai dalam beretika dengan baik, hal tersebut masih dilihat masih banyak pegawai yang masuk kantor dan pulang pada jam sebelum ditentukan. yang kedua kurang tegasnya pemberian sanksi yang diberikan pemimpin sehingga pegawai berlengah-lengah dan mengabaikan peraturan yang telah ditentukan. Ketiga belum berperan secara aktif dalam memberikan suatu arahan pengawasan dan pengontrolan yang dilaksanakan oleh pegawai.
Berdasarkan hal tersebut, dilakukan peningkatan kemampuan pegawai melalui pengembangan pegawai, perlunya adanya keterlibatan pegawai pada setiap pengambilan keputusan, perlunya merubah budaya organisasi yang tidak berdisiplin, perlunya memberikan dukungan dan sumber daya pada setiap kegiatan dan program.
Kata Kunci: Kepemimpinan, Monitoring, Pegawai
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI