DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Mantra dalam Ritual “Babarasih Banua” pada Masyarakat Kotawaringin Barat | |
| PENGARANG | : | ERI ASTUTI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-08-21 |
Astuti, Eri. 2025. Mantra dalam Ritual “Babarasih Banua” pada Masyarakat Kotawaringin Barat.
Tesis. Program Studi Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing: (1) Prof. Dr. Rusma Noortyani, S.Pd., M.Pd.; (2) Dr. Dwi Wahyu Candra Dewi, M.Pd.
Kata Kunci: mantra, ritual, babarasih banua
Ritual Babarasih Banua merupakan warisan budaya masyarakat Kotawaringin Barat yang mengandung praktik spiritual dan simbolik dalam rangka menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan roh leluhur, yang patut dijaga. Ritual ini dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur, sekaligus sebagai media tolak bala untuk melindungi wilayah tinggal dari marabahaya, bencana, dan penyakit. Salah satu aspek penting dalam ritual ini adalah penggunaan mantra yang kaya akan nilai budaya, kepercayaan, dan unsur keagamaan.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan struktur, makna, dan fungsi mantra dalam ritual Babarasih Banua. Selain dari itu, adanya temuan ini diharapkan dapat memperkaya khazanah teori linguistik dan sastra lisan dengan menghadirkan data otentik dari tradisi lisan masyarakat Kotawaringin Barat, yang sebelumnya belum banyak tereksplorasi, serta menyajikan bentuk-bentuk bahasa ritual. Sebagai referensi pijakan dalam upaya pelestarian budaya lokal. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa sastra lisan seperti mantra memiliki peran penting dalam menjaga spiritualitas komunitas dan membangun kesadaran ekologis serta nilai-nilai kebersamaan dalam masyarakat.
Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah semiotika. Data yang diperoleh pada penelitian ini merupakan data lisan yang ditranskripsikan peneliti, meliputi struktur, makna, dan fungsi mantra. Sumber data bersumber dari penutur mantra atau tokoh adat. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur mantra terdiri atas unsur judul, pembuka, niat, dan tujuan yang masing-masing memiliki fungsi simbolik dan pragmatis. Makna mantra mencerminkan permohonan keselamatan, keseimbangan kosmis, dan hubungan harmonis dengan leluhur serta Tuhan Yang Maha Kuasa. Fungsi mantra dalam konteks ritual ini meliputi fungsi pelindung, penyatu sosial, dan pemelihara identitas budaya. Berdasar dari analisis data, ada temuan bahwa makna simbol Islam mendominasi data mantra yang diperoleh. Hasil analisis mantra ritual “Babarasih Banua” pada masyarakat Kobar terdapat dua makna yang terkandung dalam setiap tuturan, yaitu makna denotasi dan makna konotasi.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI