DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENGEMBANGKAN AKTIVITAS, KEMANDIRIAN, DAN ASPEK MOTORIK HALUS MENGGUNAKAN MODEL PROJECT BASED LEARNING, METODE DEMONTRASI DENGAN KEGIATAN KOLASE PADA ANAK KELOMPOK A PAUD TERPADU ISLAM BAITUL MAKMUR BANJARMASIN
PENGARANG:MAULIDA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-08-22


Maulida. 2025. Mengembangkan Aktivitas, Kemandirian, Dan Aspek Motorik Halus Menggunakan Model Project Based Learning Metode Demontrasi, dengan Kegiatan Kolase pada Anak Kelompok A Paud Terpadu Islam Baitul Makmur . Skripsi Program Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin. Pembimbing Prof. Dr. Hj Aslamiah, M.Pd., Ph.D. Kata Kunci: Motorik Halus, Project Based Learning, Demontrasi , Kegiatan Kolase Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas anak dalam proses kegiatan pembelajaran, rendahnya kemandirian anak dalam kegiatan pembelajaran, dan rendahnya kemampuan aspek motorik halus anak dalam mengontrol gerakan tangan yang menggunakan otot halus. Hal ini disebabkan kurangnya kegiatan menarik yang menstimulasi kemampuan motorik halus dan penggunaan model pembelajaran yang kurang bervariasi. Penelitian ini bertujan untuk mendeskripsikan aktivitas guru, menganalisis aktivitas anak, kemandirian dan menganalisis hasil perkembangan motorik halus anak. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dan jenis penelitian Penelitian Tindak Kelas, dilaksanakan dengan 4 pertemuan. Setting penelitian ini adalah anak kelompok A Paud Terpadu Islam Baitul Makmur. Data diperoleh dari lembar hasil observasi aktivitas guru, anak, kemandirian dan hasil capaian perkembangan motorik halus anak. Teknik pengumpulan data yang dilakukan observasi dengan analisis data kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas guru pada pertemuan I mendapat skor 9, pertemuan II mendapat skor 12, pertemuan III mendapat skor 21, dan pertemuan IV mendapat skor 24. Aktivitas anak pada pertemuan I memperoleh persentase 31%, pertemuan II memperoleh persentase 50%, pertemuan III memperoleh persentase 50%, dan pertemuan IV memperoleh 100%. Kemandirian anak pada pertemuan I memperoleh persentase 44%, pertemuan II memperoleh persentase 68%, pertemuan III memperoleh persentase 75%, dan pertemuan IV memperoleh 100%. Hasil perkembangan motorik halus pada pertemuan I memperoleh persentase 13%, pertemuan II memperoleh persentase 50%, pertemuan III memperoleh persentase 75%, dan pertemuan IV memperoleh 100%. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Model Project Based Learning dan metode demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar anak. Pada aktivitas guru mencapai kriteria sangat baik dan aktivitas anak mencapai kriteria sangat aktif kemandirian anak mencapai skor sangat mandiri serta perkembangan motorik halus anak mencapai Berkembang sangat baik. Diharapkan bagi kepala guru,kepala sekolah dan peneliti selanjutnya dapat menjadi salasatu alternatif saat memilih model pembelajaran secara keseluruhan. 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI