DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | IMPLEMENTASI PERMAINAN TRADISIONAL CONGKLAK DENGAN PEMBERIAN REWARD UNTUK MENINGKATKAN KONSENTRASI ANAK ADHD KELAS 2 DI SDN 1 LANDASAN ULIN BARAT | |
| PENGARANG | : | APRILIA FITRIANI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-08-27 |
ABSTRAK
Aprilia Fitriani. 2110127320013. 2024. Meningkatkan Konsentrasi Anak ADHD Attention Deficit Hyperactivity Disorder).
Dosen Pembimbing I: Mirnawati, M.Pd.
Dosen Pembimbing II: Etna Anjani Trunoyudho, M.Psi, Psikolog.
Kata Kunci: ADHD, Konsentrasi, Permainan Tradisional Congklak dengan Pemberian Reward
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan pada anak ADHD yang mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi dalam kegiatan belajar di kelas. Hal ini terlihat dari anak belum mampu duduk diam dan selalu mengalihkan perhatian saat mengerjakan tugas. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian yang dilakukan mengenai kemampuan konsentrasi belajar dengan menggunakan permainan tradisional congklak dengan pemberian reward. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penggunaan permainan tradisional congklak dengan pemberian reward terhadap peningkatan konsentrasi belajar anak ADHD.
Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan metode Single Subject Research (SSR). Desain penelitian ini menggunakan A-B-A yang berarti memberikan hubungan sebab akibat diantara variabel terikat dan variabel bebas. Subjek penelitian ini adalah anak ADHD di SDN 1 Landasan Ulin Barat dengan jumlah 1 orang. Teknik pencatatan data yang digunakan yaitu observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis dalam kondisi dan analisis antar kondisi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan permainan tradisional congklak disertai dengan pemberian reward dapat meningkatkan konsentrasi belajar anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) di SDN 1 Landasan Ulin Barat. Peningkatan tersebut terlihat dari hasil intervensi, pada tahap baseline 2 (A2) menunjukkan adanya peningkatan kemampuan konsentrasi anak setelah diberikan perlakuan berupa permainan congklak dengan sistem reward. Hal tersebut dilihat dari adanya penurunan durasi saat penyelesaian tugas dengan nilai rata-rata pada tahap baseline 1 (A1) subjek memperoleh mean level selama 13,25 menit, lalu hasil tahap intervensi (B) memperoleh mean level 7,87 menit, dan tahap baseline 2 (A2) memperoleh mean level selama 5,5 menit. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan permainan tradisional congklak yang disertai pemberian reward efektif dalam meningkatkan konsentrasi belajar anak ADHD.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI