DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Pembelajaran Tata Boga Pada Siswa Tnagrahita Ringan Di SLB Negeri 3 Banjarmasin | |
| PENGARANG | : | DWI KISWANTO | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-08-27 |
Penelitian ini membahas tentang pembelajaran keterampilan tata boga pada siswa tunagrahita ringan di SLB Negeri 3 Banjarmasin. Penelitian ini didasarkan pada pentingnya metode pembelajaran yang cocok untuk siswa tunagrahita ringan yang memiliki kesulitan dalam pemahaman, motorik, dan mengingat. Tata boga menjadi salah satu bentuk pembelajaran vokasional yang dinilai tepat karena melibatkan kegiatan praktik langsung dan melatih kemandirian siswa dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan memasak, siswa tidak hanya belajar keterampilan teknis tetapi juga mengembangkan rasa percaya diri, kemampuan sosial, dan kesiapan kerja.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah siswa tunagrahita ringan yang mengikuti kelas tata boga di SLB Negeri 3 Banjarmasin. Instrumen penelitian disusun berdasarkan empat fokus utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, evaluasi pembelajaran, serta hambatan yang dihadapi dalam proses pembelajaran tata boga bagi siswa tunagrahita ringan. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran tata boga bagi siswa tunagrahita ringan di SLB Negeri 3 Banjarmasin dilakukan secara fleksibel, tanpa menggunakan RPP. Meskipun tersedia modul yang disusun rapi berisi langkah-langkah memasak disertai gambar visual, penggunaannya lebih bersifat sebagai panduan awal. Pada pelaksanaannya, guru memberikan pendampingan intensif dan menggunakan metode demonstrasi serta latihan berulang untuk membantu siswa memahami dan menirukan kegiatan memasak. Setiap siswa diberi tugas sesuai kapasitas masing-masing, dan menu yang diajarkan disusun berulang dalam satu bulan untuk memperkuat pemahaman. Evaluasi dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan siswa, mencakup cara berpikir, keterampilan gerak, dan sikap mereka. Hambatan yang ditemukan antara lain keterbatasan alat praktik, perbedaan kemampuan antar siswa, kesulitan siswa dalam mengingat urutan kegiatan, serta kurangnya dukungan orang tua dalam meneruskan latihan di rumah. Pembelajaran tata boga terbukti dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan kemandirian, kepercayaan diri, dan keterampilan sosial siswa tunagrahita ringan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI