DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Pelaksanaan Pembelajaran Keterampilan Bengkel Bagi Anak Tunagrahita Ringan di SLBN 1 Pelaihari
PENGARANG:AULIA RIZQINA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-08-28


Aulia Rizqina. 2025. Pelaksanaan Pembelajaran Keterampilan Bengkel Bagi Anak Tunagrahita Ringan di SLBN 1 Pelaihari. Skripsi. Program Strata-1 Pendidikan Khusus, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru. Tahun Akademik 2024/2025. Pembimbing I : (I) Dr. Utomo, M. Pd. (II) Rona Wulandari, M. Pd.

Kata Kunci: Pembelajaran keterampilan, Keterampilan bengkel, Tunagrahita ringan, SLB

 

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembelajaran keterampilan vokasional bagi anak tunagrahita ringan sebagai bekal untuk mencapai kemandirian dalam kehidupan sehari-hari. SLBN 1 Pelaihari menjadi lokasi yang menarik untuk diteliti karena memiliki ragam keterampilan vokasional, termasuk keterampilan bengkel yang diminati oleh siswa tunagrahita ringan dan belum banyak tersedia di sekolah luar biasa lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) perencanaan pembelajaran keterampilan bengkel, (2) pelaksanaan pembelajaran keterampilan bengkel, dan (3) evaluasi pembelajaran keterampilan bengkel bagi siswa tunagrahita ringan di SLBN 1 Pelaihari.

Penelitiannya ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di SLBN 1 Pelaihari dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Untuk menjamin keabsahan data digunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan pembelajaran menunjukkan bahwa asesmen keterampilan secara formal belum dilakukan, tidak menyusun modul ajar secara mandiri, dan perencanaan masih mengacu pada buku pegangan tanpa penyesuaian terhadap kebutuhan individual siswa. (2) Pelaksanaan pembelajaran mengutamakan praktik langsung yang disesuaikan dengan karakteristik siswa tunagrahita ringan dan didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai, namun belum terdokumentasi secara administratif dan masih terjadi ketidaksesuaian antara jadwal dan pelaksanaan. (3) Evaluasi dilakukan saat Ujian Akhir Sekolah melalui tes praktik dan tertulis, tetapi tidak disertai dokumen formal, rubrik penilaian mandiri, serta tidak terdapat program remedial maupun pengayaan dalam bentuk dokumen formal. Penelitian ini menunjukkan perlunya peningkatan dalam aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi agar pembelajaran keterampilan bengkel benar-benar mampu mengakomodasi kebutuhan belajar siswa tunagrahita ringan secara optimal.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI