DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS WILLINGNESS TO PAY TEMAN BUS TRANS BANJARBAKULA
PENGARANG:NIDA AULIA RAHMAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-08-28


Penelitian ini dilakukan untuk : (1) Menganalisis biaya operasional yang dikeluarkan pemerintah kepada pengguna jasa Teman Bus Trans Banjarbakula. (2) Mengevaluasi besaran subsidi yang diberikan pemerintah kepada pengguna jasa Teman Bus Trans Banjarbakula. (3) Menganalisis Tingkat kesediaan membayar (Willingness to Pay / WTP) pengguna jasa Teman Bus Trans Banjarbakula. Analisis dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif berdasarkan data biaya operasional. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik Stated Preference untuk mengukur WTP, perhitungan biaya operasional, serta analisis Break Even Point (BEP) guna menilai keseimbangan biaya dan pendapatan. Data yang digunakan berupa data primer yang bersumber dari Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan dan pengguna Teman Bus Trans Banjarbakula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya operasional layanan Teman Bus Trans Banjarbakula berkisar antara Rp323.685.135 hingga Rp338.685.135. Secara tahunan, pendapatan aktual berdasarkan tarif Rp5.000 hanya mencapai Rp140.370.000. Sementara itu, pendapatan berdasarkan tarif Break Event Point Rp8.435 hingga  Rp11.468 dapat mencapai Rp338.684.736 hingga Rp340.334.449. Dengan demikian, terdapat selisih antara tarif aktual dan tarif Break Event Point yaitu sebesar Rp4.435 hingga Rp6.468 dengan selisih pendapatan pertahun yaitu sebesar Rp198.314. 736 hingga Rp199.964.449. Kesediaan membayar atau Willingness To Pay (WTP) pengguna Teman Bus Trans Banjarbakula berkisar Rp5.186 hingga Rp5.378 dengan standar deviasi berkisar antara Rp1.587 hingga Rp1.897. Temuan ini mengindikasikan bahwa tarif aktual dan Willingness To Pay masih lebih kecil dari tarif berdasarkan Break Even Point dan untuk menutup pengeluaran pada biaya operasinal maka diperlukan bantuan yang dalam hal ini adalah subsidi guna memastikan keberlanjutan layanan transportasi umum, sekaligus menjaga keterjangkauannya bagi pengguna tanpa harus menaikkan tarif yang ada. Namun, hal ini juga memerlukan pertimbangan lebih dalam, khususnya terkait opsi menaikkan tarif sesuai dengan nilai Willingness To Pay dan Break Even Point.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI