DIGITAL LIBRARY



JUDUL:KOLABORASI ANTARA GURU KELAS DAN GURU PENDIDIKAN KHUSUS DALAM LAYANAN PEMBELAJARAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI KELAS VI A SDN SUNGAI ANDAI 3 BANJARMASIN
PENGARANG:NURUL HIDAYAH
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-09-02


Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kolaborasi antara guru kelas dan guru pendidikan khusus dalam memberikan layanan pembelajaran kepada anak berkebutuhan khusus di sekolah penyelenggara pendidikan inklusi. Dalam praktiknya, kolaborasi tersebut belum berjalan secara optimal, saat pembelajaran berlangsung, pemberian materi oleh guru pendidikan khusus tidak selalu sesuai dan mendalam dengan topik yang diajarkan oleh guru kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikankolaborasi antara guru kelas dan guru pendidikan khusus dalam: (1) perencanaan pembelajaran, (2) pelaksanaan pembelajaran, (3) evaluasi pembelajaran, (4) tantangan dan solusi yang dilakukan dalam proses kolaborasi tersebut.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Sumber data primer penelitian ini adalah 1 guru kelas dan 2 orang guru pendidikan khusus. Sumber data sekunder penelitian ini berasal dari dari dokumen sekolah, modul ajar, dan dokumen program khusus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik.

Hasil penelitian menunjukkan (1) Pada tahap perencanaan, guru kelas dan GPK saling bertukar informasi dan mendiskusikan karakteristik ABK berdasarkan hasil asesmen serta informasi dari tahun sebelumnya. GPK menyusun modul ajar untuk anak autis, tunagrahita, dan hambatan fisik-motorik berdasarkan capaian pembelajaran pendidikan khusus, sedangkan anak slow learner menggunakan modul ajar dari guru kelas. (2) Pada tahap pelaksanaan, koordinasi terlihat saat guru kelas meminta penyesuaian soal oleh GPK sesuai capaian belajar ABK. GPK menyederhanakan materi dan membuat soal latihan secara spontan bagi anak slow learner dan mendampingi ABK lainnya. (3) Evaluasi dilakukan bersama dalam penyusunan rapor dan penyampaian hasil belajar kepada orang tua. (4) Kolaborasi menghadapi beberapa tantangan: terbatasnya pemahaman guru kelas terhadap ABK, pergantian GPK setiap tahun, kurangnya dukungan teman sebaya dan orang tua, serta kondisi emosional ABK yang tidak stabil. Solusi dilakukan melalui komunikasi terbuka antar guru, edukasi bagi orang tua dan teman sebaya, kesepakatan guru untuk pemindahan anak ke ruang inklusi (pull-out), serta dukungan sekolah melalui supervisi pembelajaran dua kali setahun sebagai upaya peningkatan kualitas layanan.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI