DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENGEMBANGKAN AKTIVITAS, KEMANDIRIAN, DAN ASPEK MOTORIK HALUS DALAM MENGKOORDINASIKAN OTOT TANGAN DAN MATA MELALUI KOMBINASI MODEL PROJECT-BASED LEARNING DAN SELF-DIRECTED LEARNING PADA KEGIATAN KOLASE MOTIF SASIRANGAN KELOMPOK A DI TK IDHATA II BANJARMASIN
PENGARANG:DINA NUR ISLAMI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-09-03


Halus Dalam Mengkoordinasikan Otot Tangan dan Mata Pada Kegiatan Kolase Pola Motif Sasirangan Melalui Kombinasi Model Project-Based Learning dan Model Pembelajaran Self-Directed Learning Pada Kelompok A Di TK Idhata II Banjarmasin”. Skripsi Program Studi S1 Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini FKIP Unlam. Pembimbing: Dra. Hj. Aslamiah, M.Pd, Ph.D.

 

Kata Kunci: Aktivitas, Kemandirian, Motorik Halus, Project-Based Learning dan Self-Directed Learning.

 Permasalahan yang ditemukan dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas belajar anak, kemampuan kemandirian dan kemampuan motorik halus. Hal ini disebabkan strategi pengembangan yang digunakan monoton yaitu menggunakan metode bercerita, tanya jawab, sehingga anak sering merasa jenuh dan kurang bersemangat dengan proses pengembangan. Kurang pembiasaan tentang kemandirian terhadap anak serta kurangnya kesempatan bagi anak untuk melakukan kegiatannya sendiri. Serta kurangnya kegiatan atau ragam main serta media yang merangsang kelenturan jari-jemari anak.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dengan 4 kali pertemuan. Setting penelitian ini berada di Kelompok A TK Idhata II Banjarmasin dengan subjek penelitian berjumlah 10 anak, 4 anak laki-laki dan 6 anak perempuan. Jenis data dalam penelitian ini adalah data kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi. Analisis data dilakukan dengan Teknik deskriptif kualititatif yang dijabarkan dengan tabel dan disajikan dengan grafik sesuai indikator keberhasilan yang ditetapkan.

Hasil penelitian ini menunjukkan aktivitas guru mengalami peningkatan dari pertemuan 1 “cukup baik”, pertemuan 2 dan 3 “baik”, dan pertemuan 4 “sangat baik”. Aktivitas anak secara klasikal mengalami peningkatan pada pertemuan 1 0% naik menjadi 10%, naik menjadi 10% pada pertemuan 2, naik menjadi 30% pada pertemuan 3, dan naik menjadi 70% pada pertemuan 4. Kemampuan Kemandirian anak mengalami peningkatan secara klasikal dari pertemuan 1 0%, naik menjadi 20% pada pertemuan 2, naik menjadi 50% pada pertemuan 3, dan naik menjadi 70% pada pertemuan 4. Hasil perkembangan motorik halus anak juga mengalami peningkatan secara klasikal dari pertemuan 1 0%, naik menjadi 20% pertemuan 2, naik menjadi 70% pertemuan 3, naik menjadi 100% pertemuan 4.

Kesimpulan penelitian ini adalah model pembelajaran PJBL dan SDL, dapat meningkatkan aktivitas belajar, kemampuan mandiri, dan perkembangan motorik halus. Penelitian ini bisa dijadikan bahan pertimbangan dalam memilih kegiatan pembelajaran, dan dapat menjadi masukan untuk memperbaiki kekurangan pembelajaran, dan referensi untuk penelitian selanjutnya.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI