DIGITAL LIBRARY



JUDUL:KREATIVITAS ANAK PADA ASPEK MOTORIK HALUS MENGGUNAKAN PROJECT BASED LEARNING , MODEL DIRECT INSTRUCTION DAN DISCOVERY LEARNING DI PAUD ISLAM AL ZAHRAH MARTAPURA
PENGARANG:NAHDIA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-09-03


Nahdia. 2025.“Kreativitas Anak  Pada Aspek Motorik Halus Menggunakan Project Based Learning, Model Direct Instructions dan Discovery Learning Di Paud Islam Al Zahrah Martapura. Skripsi Program Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat. Dosen Pembimbing Prof. Dr. Hj. Darmiyati, S.Pd., M.Pd

Kata Kunci: Kreativitas, Motorik Halus, Project Based Learning, Direct Instructions, Discovery Learning.

Pemasalahan dalam penelitian anak yang masih kesulitan dalam menggembangkan aspek motorik halus menggunakan tangan dan mata dalam kegiatan menggunting, menempel, mewarnai, serta menggambar. Rendahnya kordinasi mata dan tangan sehingga kreativitas anak pada aspek motorik halus mengalami masalah, anak masih belum terlibat aktif dalam proses pembelajaran  dan guru masih belum menggunakan model pembelajaran yang bervariatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas anak, dan menganalisis keterampilan kreativitas anak, sertan perkembangan motorik halus anak

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas yang dilakukan dengan 4 kali pertemuan. Setting penelitian ini berada di kelompok A TK Islam Al Zahrah Martapura, dengan subjek penelitian berjumlah 12 anak, 3 anak laki-laki dan 9 anak perempuan. Jenis data dalam penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi dan tes wawancara. Analaisi data dilakukan dengan teknik deskriptif kualitatif yang dijabarkan dengan tabel dan cross table dan disajikan dengan grafik sesuai indikator keberhasilan yang ditetapkan. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru dan anak mengalami peningkatan yang signifikan dari setiap pertemuan. Aktivitas guru pada pertemuan pertama memperoleh skor 25 (baik), meningkat menjadi 36 (sangat baik) pada pertemuan keempat. Aktivitas anak juga menunjukkan perkembangan, dari 50% (cukup aktif) pada pertemuan pertama menjadi 100% (sangat aktif) pada pertemuan keempat. Keterampilan motorik halus anak meningkat berkembang sesuai harapan dan pada pertemuan terakhir meningkat menjadi berkembang sangat baik, Perkembangan motorik halus anak pada pertemuan pertama berkembang sesuai harapan dan pada pertemuan terakhir meningkat menjadi berkembang sangat baik.

Hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Projeck Based Learning, Diricet instruction dan Discovery Learning dapat meningkatkan aktivitas guru, aktvitas anak, keterampilan anak dan perkembangan motorik halus anak. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru dalam mengembangkan metode pembelajaran yang lebih efektif dan menyenangkan bagi anak usia dini. Selain itu, hasil penelitian ini juga memberikan kontribusi bagi pengembangan kurikulum pendidikan anak usia dini yang lebih inovatif dan responsif terhadap kebutuhan anak.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI