DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PEMBUATAN KARTU IDENTITAS ANAK (KIA) DI DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA BANJARMASIN
PENGARANG:HAURA NABILAH MUHARINI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-09-04


Haura Nabilah Muharini ,2110411120005, 2024 Partisipasi Masyarakat 

Dalam Pembuatan (KIA) Kartu Identitas Anak Di Dinas Kependudukan Dan 

Pencatatan Sipil Kota Banjarmasin. Dibawah bimbingan Widyakanti 

Kartu Identitas Anak (KIA) merupakan dokumen resmi yang diterbitkan 

oleh pemerintah untuk anak usia 0-16 tahun, yang bertujuan memberikan 

perlindungan hukum serta mempermudah akses anak terhadap berbagai layanan 

publik. Meskipun memiliki manfaat yang penting, implementasi program KIA di 

Kota Banjarmasin masih menghadapi berbagai kendala, khususnya terkait dengan 

rendahnya partisipasi masyarakat dalam proses pengurusan dan pemanfaatan kartu 

tersebut. 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam 

pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) serta mengidentifikasi faktor-faktor 

penghambatnya di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Banjarmasin, 

dengan menggunakan metode kualitatif tipe deskriptif melalui teknik pengumpulan 

data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap informan yang terdiri 

dari aparatur Disdukcapil dan masyarakat. 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam 

pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) di Kota Banjarmasin masih tergolong cukup 

berpartisipasi, di mana keterlibatan masyarakat lebih dominan pada tahap 

implementasi dan menikmati hasil, namun masih rendah pada tahap pengambilan 

keputusan dan evaluasi. Hal ini mencerminkan bahwa masyarakat cenderung 

bersikap pasif dan belum sepenuhnya terlibat secara menyeluruh dalam seluruh 

proses pelayanan KIA. Rendahnya partisipasi ini dipengaruhi oleh enam faktor 

utama, yaitu kurangnya penyebaran informasi dan sosialisasi yang merata, 

hambatan teknis serta keterbatasan akses teknologi, prosedur administratif yang 

rumit dan memakan waktu, rendahnya kesadaran dan motivasi masyarakat, 

keterbatasan mekanisme komunikasi dan notifikasi status layanan, serta minimnya 

pilihan layanan hybrid dan pendampingan bagi masyarakat yang mengalami 

kesulitan dalam mengakses layanan digital. 

Saran dari penelitian ini yaitu perlunya peningkatan sosialisasi dan edukasi 

tentang pentingnya KIA, penyederhanaan prosedur layanan, penguatan pelayanan 

hybrid (online dan offline), serta pelibatan masyarakat dalam perencanaan dan 

evaluasi program. Selain itu, dibutuhkan kerja sama lintas sektor guna 

meningkatkan partisipasi masyarakat secara aktif. 

Kata Kunci: Partisipasi Masyarakat, Kartu Identitas Anak (KIA), Layanan Publik 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI