DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | RITUAL MALABUH PADA KEHIDUPAN MASYARAKAT BANTARAN SUNGAI DI KELAYAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS | |
| PENGARANG | : | NUR ANNISA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-09-04 |
Nur Annisa. 2025. Ritual Malabuh pada Kehidupan Masyarakat Bantaran Sungai di Kelayan sebagai Sumber Belajar IPS. Skripsi Jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Lambung Mangkurat. Pembimbing I: Dr. Mutiani, M.Pd. dan Pembimbing II: Jumriani, M.Pd. Ritual di masyarakat sebagai bentuk ekspresi budaya, untuk memahami budaya pada setiap daerah. Ritual malabuh yang diterapkan oleh masyarakat di bantaran sungai Kelayan, pelaksanaannya melibatkan unsur-unsur seperti waktu, tempat, bahan atau alat, serta pelaksana ritual. Ritual malabuh dapat diintegrasikan ke sumber belajar IPS, untuk mengenalkan peserta didik pada keragaman budaya dalam kehidupan bermasyarakat. Tujuan penelitian ini: 1) Mendeskripsikan ritual malabuh yang dilakukan oleh masyarakat bantaran sungai di Kelayan; 2) Mengintegrasikan ritual malabuh yang dilakukan oleh masyarakat bantaran sungai di Kelayan sebagai sumber belajar IPS. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif untuk mendeskripsikan Ritual Malabuh pada Kehidupan Masyarakat Bantaran Sungai di Kelayan sebagai Sumber Belajar IPS. Subjek dalam penelitian ini yaitu pelaksana ritual, guru IPS di SMP, serta masyarakat bantaran sungai Kelayan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data berdasarkan dengan tujuan penelitian, penyajian data berdasarkan deskripsi, dan simpulan data berdasarkan dari penarikan simpulan. Uji keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan 1) Ritual malabuh bagi masyarakat bantaran sungai Kelayan masih dilaksanakan secara turun-temurun. Ritual ini umumnya dilakukan minimal satu kali dalam setahun; 2) Ritual malabuh sebagai sebagai sumber belajar IPS yang diintegrasikan pada materi keragaman sosial budaya di masyarakat. Peserta didik pada Fase D (kelas VII SMP) mampu mengidentifikasi dan menjelaskan bentuk interaksi masyarakat dengan lingkungan serta menganalisis pengaruhnya terhadap keragaman identitas budaya. Ritual malabuh berfungsi sebagai pengikat identitas kolektif masyarakat dan cara untuk mempertahankan budaya lokal yang telah tergerus oleh modernisasi dan globalisasi. Kelangsungan ritual malabuh menunjukkan masyarakat bantaran sungai masih sangat menyadari pentingnya menjaga keseimbangan alam dan ekologi. Bidang pendidikan, penggunaan ritual malabuh sebagai sumber belajar IPS menawarkan alternatif metode pembelajaran berbasis lokal. Pendekatan ini tidak hanya memperkaya materi pelajaran tetapi juga memperkuat hubungan antara pelajaran dan kehidupan nyata bagi peserta didik. Ritual malabuh sebagai budaya juga aset pendidikan yang digunakan membentuk generasi yang kritis, berkarakter, dan peduli terhadap keragaman budaya dan lingkungan di setiap daerah.
Kata Kunci: Sumber Belajar IPS, Masyarakat Bantaran Sungai, Ritual Malabuh.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI