DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | AKTIVITAS PRODUKSI KAIN TENUN PAGATAN DI KABUPATEN TANAH BUMBU | |
| PENGARANG | : | SITI NURHALIZAH | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-09-04 |
ABSTRAK
Siti Nurhalizah. 2025. Aktivitas Produksi Kain Tenun Pagatan Di Kabupaten Tanag Bumbu. Skripsi Program Studi Pendidikan IPS. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Pembimbing I: Dr: Mutiani, M. Pd dan Pembimbing II: Dr: M. Ridha Ilhami, M. Pd.
Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah semakin terbatasnya pengrajin kain tenun dari generasi muda dalam meneruskan tradisi menenun kain tenun Pagatan yang merupakan satu warisan budaya khas Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Selain itu, produksi kain tenun Pagatan menghadapi hambatan seperti keterbatasan bahan baku, pemasaran serta persaingan dengan produk tekstil modern yang lebih praktis dan murah. Tujuan penelitian: 1) Untuk mendikripsikan aktivitas produksi kain tenun Pagatan di Kabupaten Tanah Bumbu. 2) Untuk mendiskripsikan hambatan produksi kain tenun Pagatan di Kabupaten Tanah Bumbu.
Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan mendeskripsikan hasil penelitian untuk menggambarkan aktivitas produksi kain tenun Pagatan di kabupaten Tanah Bumbu. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, data dianalisis dengan mereduksi informasi, menyajikan data secara naratif yang diperkaya dengan tabel dan visual, kemudian diverifikasi untuk membuat kesimpulan. Untuk memastikan keabsahan, peneliti menggunakan triangulasi.
Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa 1)Produksi kain tenun Pagatan dilakukan dengan menggunakan dua alat, yaitu alat tenun Gedog dan ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin). Penggunaan ATBM lebih efisiensi dalam memproduksi kain tenun dibandingkan alat tenun Gedog, karena mempercepat proses produksi sehingga lebih sesuai untuk memenuhi permintaan pasar, tanpa mengurangi nilai budaya yang terkandung dalam kain tenun.Faktor produksi dalam pembuatan kain tenun Pagatan meliputi bahan baku seperti benang katun, semi sutra, dan sutra asli; tenaga kerja; modal usaha; serta aspek kewirausahaan.2) Hambatan dalam produksi adalah keterbatasan dalam ketersediaan bahan baku, kurangnya tenaga kerja terampil terutama pada generasi muda, kondisi cuaca yang dapat memperlambat proses pengeringan benang dan kain, keterbatasan modal usaha, sertadalam memasarkan produk kain tenun Pagatan di tengah persaingan dengan tekstil modern.
Simpulan penelitian ini adalah penelitian ini hanya meneliti pada aspek produksi kain tenun Pagatan, sehingga seluruh analisis dan temuan hanya berfokus pada aktivitas, faktor serta hambatan yang terkait dengan produksi kain tenun tersebut. Penelitian ini masih memiliki keterbatasan, sehingga peneliti selanjutnya disarankan untuk lebih mendalami upaya pelestarian tenun Pagatan di kalangan generasi muda, terutama dalam hal pelatihan dan promosi budaya.
Kata Kunci: Kain Tenun Pagatan, Aktivitas Produksi, Hambatan Produksi
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI