DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Peran Perempuan Dalam Melestarikan Makanan Khas Banjar Jaring Tahilala | |
| PENGARANG | : | AYU KESUMA RAMIADANI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-09-04 |
Perkembangan teknologi membawa perubahan gaya hidup yang berdampak pada pola konsumsi makanan masyarakat. Makanan lokal yang dulu dikonsumsi secara turun-temurun kini mulai terpinggirkan, terutama di kalangan generasi muda yang lebih memilih makanan cepat saji. Padahal, kuliner tradisional mengandung nilai sejarah, filosofi, dan keterkaitan dengan lingkungan budaya masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mendeskripsikan Jaring Tahilala menjadi bagian dari makanan khas Banjar; 2) Mendeskripsikan Peran Perempuan dalam melestarikan Jaring Tahilala sebagai makanan khas Banjar.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan mendeskripsikan peran serta kendala dihadapi Perempuan dalam melestarikan Jaring Tahilala sebagai makanan khas Banjar. Subjek dari penelitian ini adalah Ibu – Ibu Produksi, Aparat Desa Pingaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Proses analisis data mencakup reduksi data yang disesuaikan dengan fokus penelitian, penyajan data dalam bentuk deskripsi, serta penarikan kesimpulan berdasarkan hasil temuan di lapangan. Keabsahan data diuji dengan menggunakan Teknik triangulasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jaring Tahilala merupakan olahan jengkol dengan saus khas bernama tahilala, yang terbuat dari santan kelapa dimasak hingga mengeluarkan minyak, hanya ditambah garam. Dalam pelestariannya, perempuan berperan dalam aspek sosial-budaya seperti mengajarkan generasi muda dan menjaga hubungan baik, aspek ekonomi seperti memasarkan dan meningkatkan pendapatan keluarga, serta aspek teknologi melalui partisipasi dalam pelatihan.
Jaring Tahilala merupakan makanan khas Banjar yang telah ada sejak lama dan menjadi bagian penting dalam tradisi kuliner masyarakat, khususnya di Kalimantan Selatan. Makanan ini diwariskan secara turun-temurun, terutama melalui peran perempuan dalam keluarga. Perempuan tidak hanya menjaga keterampilan pembuatan Jaring Tahilala, tetapi juga berperan dalam memasarkan, mengajarkan generasi muda, serta mengembangkan usaha guna mendukung ekonomi keluarga. Dengan demikian, perempuan memiliki peran strategis dalam pelestarian budaya sekaligus memperkuat identitas lokal melalui Jaring Tahilala. Penelitian selanjutnya disarankan dapat menganalisis keterlibatan generasi muda dalam pelestarian Jaring Tahilala sebagai makanan khas Banjar.
Kata kunci: Jaring Tahilala, Prempuan, Pelestarian Budaya
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI