DIGITAL LIBRARY



JUDUL:KONSTRUKSI SOSIAL KESELAMATAN TRANSPORTASI DARAT MASYARAKAT KABUPATEN BANJAR PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
PENGARANG:ARIF WAHYU BIBITHARTA,S.H.,M.H.,M.M.
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-09-08


ABSTRAK

 

ARIF WAHYU BIBITHARTA, NIM: 2141212310001. Konstruksi Sosial Keselamatan Transportasi Darat Masyarakat Kabupaten BanjarProvinsi Kalimantan Selatan. Promotor: Wahyu, Ko-Promotor 1: Ahmad Yunani. Ko-Promotor 2: Tutung Nurdiyana.

 

Kata kunci:  konstruksi sosial, keselamatan, transportasi darat, disiplin

 

       Keselamatan transportasi merupakan aspek krusial dalam kehidupan masyarakat yang sering kali diabaikan akibat rendahnya disiplin berlalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis mengenai konstruksi masyarakat tentang “keselamatan” transportasi darat, ketertiban dan kedisiplinan berlalu lintas dan sosial dan budaya yang membingkai masyarakat sehingga mempengaruhi perilaku masyarakat dalam berlalu lintas serta kedisiplinan dalam berlalu lintas.

       Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif di mana penilitian ini berusaha menguraikan mengenai situasi sosial, peristiwa, peran, interaksi, dan kelompok terkait dengan ketertiban berlalu lintas dan karakter masyarakat yang berlalu lintas di Kabupaten Banjar. Penelitian ini memusatkan analisisnya pada situasi dan karakter masyarakat yang berlalu lintas di wilayah tersebut. Konteks lokal sangat penting untuk memahami dinamika sosial yang berkaitan dengan lalu lintas.  Hal ini menunjukkan bahwa angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia khususnya Kabupaten Banjar masih sangat tinggi, dengan mayoritas penyebabnya berasal dari manusia. Rendahnya kedisiplinan pengguna jalan, seperti pelanggaran rambu lalu lintas, ketidakpatuhan terhadap aturan keselamatan, dan perilaku berkendara yang sembarangan, menjadi faktor utama tingginya angka kecelakaan. Penelitian memusatkan analisisnya pada situasi dan karakter masyarakat yang berlalu lintas di wilayah tersebut. Konteks lokal sangat penting untuk memahami dinamika sosial yang berkaitan dengan lalu lintas.              

       Hasil penelitian mengungkap bahwa perilaku tidak disiplin tersebut dipengaruhi oleh konstruksi sosial yang terbentuk dari pengalaman sehari-hari, kebiasaan, serta informasi yang diperoleh dari lingkungan dan budaya setempat. Pemahaman masyarakat terhadap keselamatan transportasi dipengaruhi oleh cadangan pengetahuan (stock of knowledge) yang mereka miliki, yang pada akhirnya membentuk pola perilaku mereka dalam berlalu lintas. Implikasi teori konstruksi sosial, proses eksternalisasi, objektivikasi, dan internalisasi menjelaskan bagaimana pelanggaran lalu lintas menjadi norma yang diterima.  Perilaku tidak disiplin di jalan raya merupakan hasil dari konstruksi sosial yang kompleks, melibatkan interaksi antara individu, komunitas, dan institusi.  Sosial-budaya norma sosial, keyakinan religius, dan ekonomi mempengaruhi prilaku berlalu lintas.

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI