DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | HUBUNGAN MODEL LIMA BOTTOM LINES, INDEKS PELAPORAN 5 STAR DENGAN KINERJA KEUANGAN DAN KEBIJAKAN DIVIDEN (Studi Pada Perusahaan LQ-45 Periode Pelaporan Keuangan Tahun 2020-2023) | |
| PENGARANG | : | DARMA WAHYULI BASRI | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-09-16 |
Tujuan penelitian untuk mengetahui adanya perbedaan dan hubungan penerapan model lima bottom line dengan indeks pelaporan dengan kinerja keuangan dan kebijakan dividen perusahaan yang terindeks LQ 45 yang listing di Bursa Efek Indonesia Tahun 2020-2023. Desain/metodologi/pendekatan: Penelitian ini sebagai penelitiandasar menggunakanvariableindependenlima bottomlines(Ekonomi,Sosial,Lingkungan,TataKelola,danPemberdayaan)denganmasing–masingmenggunakanindekspelaporankriteria5STAR(Primary Stakeholders Expectation, Objectives, Strategies, Implementation, Results).Variabeldependenadalahcapaiankinerjakeuangandankebijakandividenperusahaan.Penelitian dilakukan pada perusahaan publik yang ter-Indeks LQ-45 yang terdaftar diBursaEfekIndonesiaTahun2020-2023(www.idx.co.id).Menggunakan92UnitanalisisdatasumberLaporanKeuanganTahunanperusahaanperiode2020-2023.Hasilpenelitian menunjukkan pengujian hipotesis H01 yang mengukur frekuensi observasi (FO) dengan frekuensi harapan (FE), di mana (FO) lebih besar frekuensinya daripada (FE). Hasil pengukuran menunjukkan bahwa frekuensi observasi (FO) mencapai nilai 140.82. Kemudian untuk frekuensi harapan (FE) ditentukan dengan mengacu pada derajat kebebasan baris dan kolom (5-1) (7-1) dengan taraf signifikansi 0,05, dimana angka yang diperoleh adalah 36,42. Hal ini berarti bahwa HO1 dapat ditolak pada nilai signifikansi chi-square < 0,05. Hasil uji menunjukkan adanya perbedaan dalam pelaporan kinerja keuangan dan kebijakan dividen pada perusahaan dengan penerapan teori pelaporan lima bottom line dengan indeks pelaporan 5 STAR. Hipotesis H02 sebagai uji keeratan hubungan kelima reporting bottom line dalam pelaporan kinerja keuangan dan kebijakan dividen perusahaan. Dengan menghitung nilai Pearson Contingent Coefficient (C = √ XO2 / (N + XO2). Berdasarkan data pada Tabel 1 diperoleh nilai C = √ 140,82 / (644 + 140,82) = 0,1794. Mengacu pada kaidah empiris Guilford, dapat diketahui bahwa nilai C-contingency merupakan koefisien asosiasi terbatas antara 0 dan < 1, dimana 0 = tidak ada hubungan/asosiasi, dan 1 = hubungan/asosiasi sempurna. Kontingensi sebesar 0,1794 dapat dikatakan memiliki korelasi rendah.
Kata Kunci: Pelaporanberkelanjutan; limabottomlinespelaporan; indekspelaporan5STAR; kinerjakeuangan;kebijakandividen.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI