DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | PELESTARIAN TARI TIRIK LALAN MELALUI PRAKTEK UJIAN AKHIR SEMESTER KELAS XII DI SMAN 1 RANTAU KABUPATEN TAPIN | |
| PENGARANG | : | SITI AHDANIYA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-09-18 |
Ahdaniya, Siti. 2025. Pelestarian Tari Tirik Lalan Melalui Praktek Ujian Akhir Semester Kelas XII di SMAN 1 Rantau Kabupaten Tapin. Skripsi. Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Lambung Mangkurat, Pembimbing (I) Muhammad Budi Zakia Sani, M.Pd. (II) Putri Dyah Indriyani, S.Pd, M.Pd.
Kata Kunci: Pelestarian, Tari Tirik Lalan, Ujian Akhir Semester
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kekhawatiran akan memudarnya minat generasi muda terhadap seni tari tradisional, khususnya Tari Tirik Lalan yang merupakan warisan budaya daerah Kabupaten Tapin. Globalisasi dan derasnya arus budaya asing menjadikan eksistensi kesenian daerah semakin terpinggirkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya pelestarian Tari Tirik Lalan melalui praktek Ujian Akhir Semester kelas XII di SMAN 1 Rantau serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberlangsungan pelestarian tersebut di lingkungan sekolah.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, guru seni budaya, dan siswa kelas XII di SMAN 1 Rantau. Data dianalisis melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelestarian Tari Tirik Lalan dilakukan melalui tiga aspek utama, yaitu perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Sekolah berperan aktif dalam menjadikan tari ini sebagai bagian dari kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler. Pengembangan dilakukan melalui modifikasi pola lantai dan adaptasi dalam pembelajaran. Pemanfaatan tari sebagai sarana pendidikan dan tontonan mendorong siswa mengenal dan mencintai budaya lokal. Faktor pendukung pelestarian meliputi dukungan sekolah, guru, dan partisipasi siswa, sedangkan faktor penghambatnya adalah keterbatasan fasilitas, khususnya dalam penyediaan kostum tari tradisional yang autentik.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI