DIGITAL LIBRARY



JUDUL:MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN MOTORIK HALUS ANAK MENGKOORDINASIKAN MATA DAN TANGAN MENGGUNAKAN MODEL EXPRO PADA KELOMPOK A1 TK ADHYAKSA XIV
PENGARANG:NUR INDAH PUTRI RAHMADANI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-09-19


Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan pada aktivitas anak, motivasi belajar, dan motorik halus dalam mengkoordinasikan mata dan tangan. Permasalahan ini disebabkan oleh kurangnya media pembelajaran dan kegiatan anak yang monoton, serta kurangnya aktivitas pengembangan motorik halus anak. Solusi yang diberikan adalah dengan menggunakan kombinasi dari model explicit instruction, problem based learning pada kegiatan menggunting yang kemudian disingkat menjadi model EXPRO.

Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan mendeskripsikan aktivitas guru, aktivitas anak, motivasi belajar, dan hasil perkembangan aspek motorik halus dalam mengkoordinasikan mata dan tangan. Setting penelitian ini dilakukan pada anak Kelompok A1 TK Adhyaksa XIV Banjarmasin dengan jumlah 10 anak. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui lembar observasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan cross table dengan digambarkan tabel dan grafik. Penelitian ini dikatakan berhasil jika aktivitas guru memperoleh skor 26-32, penilaian klasikal aktivitas anak memperoleh persentase ≥82%, penilaian klasikal motivasi belajar mendapat persentase ≥85%, dan hasil perkembangan motorik halus anak secara klasikal memperoleh persentase ≥82%.

Dalam penelitian ini terjadi peningkatan pada pada setiap pertemuan. Aktivitas guru pada pertemuan I mendapat skor 22, pertemuan II mendapat skor 25, pertemuan III mendapat skor 29, dan pertemuan IV 32. Aktivitas anak pertemuan I memperoleh persentase 55%, pertemuan II memperoleh persentase 64%, pertemuan III memperoleh persentase 80%, dan pertemuan IV memperoleh 97%. Motivasi belajar pada pertemuan I memperoleh persentase 56%, pertemuan II memperoleh 75%, pertemuan III memperoleh 87% dan pertemuan IV memperoleh 98%.  Hasil perkembangan motorik halus pertemuan I memperoleh persentase 30%, pertemuan II memperoleh 40%, pertemuan III memperoleh 80%, dan pertemuan IV memperoleh 90%.

Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa melalui model kombinasi EXPRO dapat meningkatkan aktivitas anak, motivasi belajar, dan aspek motorik halus dalam mengkoordinasikan mata dan tangan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan referensi bagi sekolah, maupun peneliti selanjutnya.

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI