DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | ANALISIS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK BERDASARKAN METODE DDD (DEFINED DAILY DOSE) DAN DU 90% PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH DEWASA DI RSUD RATU ZALECHA MARTAPURA | |
| PENGARANG | : | NIKMATUL AUFA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-09-25 |
Infeksi saluran kemih memiliki angka prevalensi cukup tinggi di Indonesia, yaitu berkisar antara 39% hingga 60%. Terapi utama untuk mengobati ISK yaitu dengan menggunakan antibiotik. Kesesuaian penggunaan antibiotik perlu dilakukan evaluasi untuk mengetahui dan memastikan penggunaannya salah satunya yaitu metode DDD dan DU 90%. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil penggunaan antibiotik, menghitung nilai total DDD, serta menentukan segmen DU 90% pada pasien ISK rawat inap di RSUD Ratu Zalecha Martapura periode tahun 2023 dan 2024. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data diambil secara retrospektif. Populasi penelitian ini adalah semua pasienISK dewasa rawat inap sebanyak 212 rekam medis. Populasi yang memenuhi kriteria penelitian dan dilakukan analisis sebanyak 127 rekam medis. Hasil penelitian didapatkan profil penggunaan antibiotik tahun 2023 dan 2024 dengan pemberian tertinggi pada nama antibiotik adalah seftriakson (85,08% dan 89,06%), golongan antibiotik adalah sefalosporin (91,04% dan 93,75%), rute pemberian antibiotik adalah intravena (94,03% dan 96,88%), dan lama pemberian antibiotik adalah 3-5 hari (91,04% dan 89,06%). Nilai total DDD/100 patient days periode tahun 2023 dan 2024 secara berturut-turut yaitu 85,20 dan 84,63. Antibiotik dengan kuantitas terbanyak periode tahun 2023 dan 2024 secara berturut-turut yaitu seftriakson sebesar 74,00 dan 73,36. Antibiotik yang termasuk dalam segmen DU 90% adalah seftriakson.
Kata Kunci: Antibiotik, DU 90%, Infeksi Saluran Kemih, Metode DDD/100 patient-days.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI