DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Pengembangan Terminal Penumpang Tipe B KM 6 Kota Banjarmasin | |
| PENGARANG | : | M. RAIHAN AHDA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-10-31 |
Terminal Penumpang Tipe B Km. 6 Kota Banjarmasin dikembangkan untuk meningkatkan sistem transportasi yang lebih efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan. Namun permasalahan seperti konflik sirkulasi antara kendaraan dan pejalan kaki, kurangnya optimalisasi ruang publik, serta keterbatasan integrasi dengan lingkungan sekitar masih ditemukan, sehingga berdampak pada kenyamanan dan aksesibilitas pengguna. Untuk mengatasi hal tersebut, konsep Transit-Oriented Development (TOD) diterapkan dengan fokus pada tata massa dan bentuk bangunan, sirkulasi dan konektivitas, serta optimalisasi ruang publik dan interaksi sosial. Konsep ini diterapkan guna menciptakan keteraturan ruang, meningkatkan efisiensi sirkulasi dengan pemisahan jalur kendaraan dan pejalan kaki, serta menyediakan ruang interaksi yang lebih nyaman dan fungsional. Dengan penerapan konsep ini, terminal diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas, mengurangi ketergantungan pada transportasi pribadi, serta menjadi pusat aktivitas yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat transit, tetapi juga sebagai ruang publik yang mendukung interaksi sosial dan pertumbuhan ekonomi di Kota Banjarmasin.
Kata Kunci: Terminal Penumpang, Pengembangan Berorientasi Transit (TOD), Konektivitas, Ruang Publik, Sirkulasi.
The Type B Passenger Terminal Km. 6 in Banjarmasin has been developed to enhance a more efficient, integrated, and sustainable transportation system. However, issues such as circulation conflicts between vehicles and pedestrians, lack of optimized public spaces, and limited integration with the surrounding environment persist, affecting user comfort and accessibility. To address these challenges, the Transit-Oriented Development (TOD) concept is applied, focusing on building mass and form, circulation and connectivity, and optimization of public spaces and social interaction. This concept is implemented to establish spatial order, improve circulation efficiency by separating vehicle and pedestrian pathways, and provide more comfortable and functional interaction spaces. With the adoption of this concept, the terminal is expected to enhance accessibility, reduce dependence on private transportation, and serve as an activity hub that functions not only as a transit point but also as a public space that supports social interaction and economic growth in Banjarmasin City.
Keywords: Passenger Terminal, Transit-Oriented Development (TOD), Connectivity, Publik Space, Circulation.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI