DIGITAL LIBRARY



JUDUL:HUBUNGAN FUNGSI KELUARGA DENGAN PERILAKU BERISIKO PENYALAHGUNAAN NAPZA PADA REMAJA DI SMP “X” BANJARBARU
PENGARANG:NUR KHAIRUNNISSA
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-11-10


Latar Belakang: Perilaku remaja cenderung terdorong oleh rasa ingin tahu dan keinginan mencoba hal baru, sehingga berisiko terlibat dalam penyalahgunaan NAPZA. Fenomena ini rentan terjadi pada kelompok usia remaja, di mana sebagian pelajar mulai terlibat dalam penggunaan NAPZA pada usia yang masih dini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fungsi keluarga dengan perilaku berisiko penyalahgunaan NAPZA pada remaja di SMP “X” Banjarbaru. Metode: Desain penelitian ini menggunakan cross sectional dengan teknik qouta sampling dengan sampel berjumlah 258 remaja di SMP “X” Banjarbaru. Pengambilan data menggunakan kuesioner Chinese Family Assessment Inventory dan ASSIST-Youth V1.0 dengan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Hasil penelitian ini menyatakan bahwa tidak ada hubungan antara fungsi keluarga dengan perilaku berisiko penyalahgunaan NAPZA (Tembakau) (p-value= 0.144> 0.05; koefisien korelasi = -0.091) dan penyalahgunaan NAPZA (Inhalansia) (p-value= 0.333 > 0.05; koefisien korelasi = -0.060) pada remaja di SMP “X” Banjarbaru. Mayoritas fungsi keluarga pada remaja berada pada kategori fungsi keluarga tinggi sebanyak 127 responden. Mayoritas perilaku berisiko penyalahgunaan NAPZA pada remaja adalah tidak berisiko sebanyak 219 responden. Pembahasan: Fungsi keluarga tidak memiliki hubungan dengan perilaku berisiko penyalahgunaan NAPZA. Terdapat beberapa faktor protektif lain yang mempengaruhi rendahnya tingkat perilaku berisiko penyalahgunaan NAPZA pada remaja.

Kata Kunci: Fungsi keluarga, Penyalahgunaan NAPZA, Perilaku, Remaja. 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI