DIGITAL LIBRARY



JUDUL:ANALISIS ETNOPARENTING PADA SUKU DAYAK MERATUS DESA DATAR AJAB MELALUI PERSPEKTIF INTERAKSIONISME SIMBOLIK
PENGARANG:LISDAWANTI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-11-11


Lisdawanti. 2110415320049. “Analisis Etnoparenting pada Suku Dayak Meratus Desa Datar Ajab melalui Perspektif Interaksionisme Simbolik” (Dosen Pembimbing Penelitian Siti Zulaikha, S.Sos., M.Sos).

 ini membahas mengenai praktik etnoparenting dalam masyarakat Dayak Meratus di desa Datar Ajab. Fokus penelitian ini membahas bagaimana bentuk serta pemaknaan simbol-simbol etnoparenting yang tergambar dari praktik tradisi serta budaya lokal seperti tawur widan (ritual awal kehidupan), maingun (pengasuhan anak berbasis lingkungan), marihut (batasan anak serta penguatan karakter)serta samban dan kiley (pengobatan tradisional anak kecil). Studi ini menggunakan teori interaksionisme simbolik dari Herbert Blumer untuk menggali makna yang dibentuk melalui interaksi sosial dalam praktik pengasuhan tersebut.

Melalui observasi, wawancara yang mendalam dengan berbagai informan serta dokumentasi, ditemukan bahwa praktik etnoparenting Dayak Meratus di Datar Ajab tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan fisik dan emosional anak, namun juga sebagai proses internalisasi nilai-nilai sejak dini. Tawur Widan dan Maingun berperan dalam menanamkan rasa aman dan keterikatan sosial dengan masyarakat,marihut menekankan pentingnya menghormati dan menghargai sesama manusia terutama yang lebih tua, sedangkan samban dan kiley, menekankan ketahanan fisik dan spiritualitas dalam kehidupan anak. Makna-makna yang dibentuk melalui simbol dan tindakan yang terus-menerus direpresentasikan ulang oleh komunitas sesuai konteks sosial dan budaya yang mereka jalankan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa praktik etnoparenting pada masyarakat Dayak Meratus di desa Datar Ajab merupakan proses yang dinamis membentuk identitas secara kultural terhadap anak serta memperkuat kebudayaan lokal. Simbol-simbol yang digunakan dalam praktik pengasuhan tidak tidak bersifat statis, melainkan terus menerus berkembang melalui interaksi dan penafsiran sosial sebagaimana yang dikatakan oleh teori interaksionisme simbolik Herbert Blumer.

 

Kata kunci: pengasuhan, etnoparenting, interaksionisme simbolik

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI