DIGITAL LIBRARY



JUDUL:EVALUASI PENDEKATAN TIGA PANJANG GELOMBANG INTERVAL 10 nm PADA PENGUKURAN ANTIOKSIDAN MINYAK ATSIRI DAUN LIMAU KUIT DENGAN METODE DPPH
PENGARANG:NUR SALSABILLA RUDY
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-11-12


Penggunan pendekatan 3λ diharapkan mampu mengurangi interferensi spektral

akibat campuran kompleks banyak senyawa dalam minyak atsiri, sehingga

meningkatkan akurasi pengukuran. Minyak atsiri pada penelitian ini diperoleh

melalui destilasi uap-air pada suhu uap kontrol 45-60oC selama 6 jam dari daun

limau kuit asal Kalimantan Selatan. Aktivitas antioksidan dianalisis menggunakan

spektrofotometri UV-Vis berdasarkan linearitas melalui nilai koefisien

determinasi (R²) dan nilai IC??. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi metode

pengukuran aktivitas antioksidan minyak atsiri daun limau kuit pendekatan 3λ

(506, 516, 526 nm) dengan 1λ (516 nm, hasil penetapan λmaks) menggunakan

metode DPPH. Hasil linearitas, 1λ menunjukkan nilai R² tertinggi yaitu 0,9920

(asam galat), 0,9742 (asam askorbat), dan 0,9331 (minyak atsiri daun limau kuit).

Sebaliknya, pada pendekatan 3λ nilai R² tertinggi adalah 0,8359 (asam galat),

0,4665 (asam askorbat), dan 0,7285 (minyak atsiri daun limau kuit). Hasil IC??

dari 1λ untuk asam askorbat (29,62 µg/mL), asam galat (46,39 µg/mL), dan

minyak atsiri (13703,73 µg/mL), sedangkan dengan pendekatan 3λ untuk asam

askorbat (10,83 µg/mL), asam galat (12,73 µg/mL) dan minya atsiri daun limau

kuit (1263,93 µg/mL). Hasil tersebut menunjukkan bahwa pendekatan 3λ belum

mampu memberikan konsistensi data yang lebih baik dibandingkan pengukuran

pada 1λ. Nilai R² yang diperoleh menunjukkan bahwa 1λ memberikan hasil yang

lebih konsisten dengan R² yaitu 0,9 dibandingkan pendekatan 3λ dengan R² yaitu

> 0,9, dengan demikian, penerapan pendekatan 3λ dengan interval 10 nm belum

menunjukkan keunggulan dibandingkan 1λ dalam analisis aktivitas antioksidan

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI