DIGITAL LIBRARY



JUDUL:Implementasi Program TAGANA (Taruna Siaga Bencana) Dalam Penanganan Bencana di Wilayah Kota Banjarmasin
PENGARANG:ADINDA NUR TASTI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-11-13


Adinda Nur Tasti. "Implementasi Program TAGANA (Taruna Siaga Bencana) Dalam Penanganan Bencana di Wilayah Kota Banjarmasin ". (Dibimbing oleh Khairussalam, S.Ag., M.Si.)

 

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program Taruna Siaga Bencana (TAGANA) dalam penanganan bencana di wilayah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat kinerja TAGANA. Kota Banjarmasin memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi terutama terhadap banjir, sehingga peran TAGANA sebagai relawan sosial di bawah koordinasi Dinas Sosial sangat strategis dalam rangka mitigasi, tanggap darurat, dan pemulihan pasca bencana. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus, mengumpulkan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan anggota TAGANA, dan dokumentasi kegiatan di lapangan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program TAGANA berjalan melalui tiga tahap utama: pra-bencana yang meliputi pemetaan wilayah rawan, sosialisasi kesiapsiagaan, pelatihan kebencanaan, dan pembentukan Kawasan Siaga Bencana (KSB); tahap tanggap darurat dengan kegiatan evakuasi korban, pendirian posko, penyediaan dapur umum, dan distribusi bantuan logistik; serta tahap pasca-bencana yang fokus pada rehabilitasi infrastruktur, pemulihan psikososial, dan pendampingan masyarakat. Kinerja TAGANA didukung oleh kualitas sumber daya manusia yang terlatih, pelatihan rutin, motivasi tinggi anggota, dan kolaborasi lintas sektor, meskipun masih terdapat kendala berupa keterbatasan anggaran, jumlah relawan aktif, dan sarana prasarana.

Adapun hasil penelitian ini ditemukan pelaksanaan program TAGANA di Kota Banjarmasin telah berjalan secara terstruktur dan berkesinambungan di setiap tahapan penanganan bencana, memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan kecepatan respons terhadap bencana. Kedua, faktor pendukung utama meliputi SDM terlatih, pelatihan berkala, insentif pemerintah, dan kolaborasi lintas lembaga, sedangkan faktor penghambat berupa keterbatasan anggaran daerah, peralatan yang belum memadai, dan rendahnya kesadaran serta partisipasi masyarakat.

Rekomendasi diberikan agar pemerintah daerah meningkatkan dukungan anggaran dan sarana prasarana, mengoptimalkan rekrutmen dan pelatihan relawan, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta meningkatkan edukasi dan partisipasi masyarakat melalui program-program yang melibatkan generasi muda dan komunitas lokal. Dengan demikian, peran TAGANA diharapkan semakin optimal dalam membangun ketangguhan Kota Banjarmasin menghadapi berbagai potensi bencana di masa depan.

Kata kunci: TAGANA, penanganan bencana, implementasi program, Kota Banjarmasin, relawan sosial

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI