DIGITAL LIBRARY



JUDUL:PERTUKARAN SOSIAL DALAM PENUNDAAN PERNIKAHAN PEREMPUAN MILENIAL DI KOTA BANJARMASIN
PENGARANG:ALLISA DAMAYANTI
PENERBIT:UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
TANGGAL:2025-11-20


Modernisasi gaya hidup dan menguatnya pola pikir rasional-instrumental telah menggeser makna pernikahan, di mana kesiapan psikis dan materi menjadi pertimbangan lebih utama daripada sekadar usia. Fenomena ini turut dialami oleh perempuan milenial di Banjarmasin yang hidup dalam tarikan antara nilai-nilai modern dan ikatan tradisional sebagai Urang Banjar. Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi ini bertujuan menganalisis keputusan menunda pernikahan pada kelompok tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan empat perempuan milenial berusia 29-35 tahun yang aktif bekerja dan belum menikah, dipilih dengan teknik purposive sampling.

 

Temuan penelitian mengungkap bahwa keputusan menunda pernikahan bersifat personal dan kompleks, dipengaruhi oleh pengalaman subjektif, nilai personal, dan dinamika relasi keluarga. Analisis dengan teori pertukaran sosial Blau menunjukkan bahwa pertimbangan mereka tercermin dalam dimensi pertukaran intrinsik (pencarian kebahagiaan, menghindari trauma romantis), ekstrinsik (fokus karier dan kemandirian finansial), serta simbolik (pencapaian identitas diri). Di sisi lain, relasi dengan orang tua memperlihatkan dinamika ketimpangan dan kekuasaan, di mana tekanan untuk segera menikah menjadi bentuk pertukaran yang tidak setara. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penundaan pernikahan bukanlah penolakan terhadap institusi pernikahan itu sendiri, melainkan sebuah strategi rasional dalam menegosiasikan nilai modern dan tradisi untuk mencapai kehidupan yang dianggap lebih ideal.

 

 

Berkas PDF
NODOWNLOAD LINK
1FILE 1



File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI