DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Pengaruh Kepemimpinan Instruksional Kepala Sekolah, Motivasi Berprestasi, Kinerja Guru Terhadap Peningkatan Mutu Pembelajaran di SMA Negeri Banjarmasin | |
| PENGARANG | : | PETRUS SUBAN LEIN | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-11-26 |
Lein. Suban Petrus 2023. Pengaruh Kepemimpinan Instruksional Kepala Sekolah, Motivasi Berprestasi, Kinarja Guru Terhadap Peningkatan Mutu Pembelajaran di SMA Negeri Banjarmasin. Tesis, Program Magister Administrasi Pendidikan, Program Pascasarjana Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Pembimbing: (1) Wahyu (2) Metroyadi.
Kata kunci: kepemimpinan instruksional, motivasi berprestasi, kinerja guru, mutu pembelajaran.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan rendahnya mutu pembelajaran di SMA Negeri Banjarmasin, yang tercermin dari lemahnya perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta hasil belajar siswa. Masalah pokok yang diteliti adalah bagaimana pengaruh kepemimpinan instruksional kepala sekolah, motivasi berprestasi, dan kinerja guru terhadap peningkatan mutu pembelajaran.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung kepemimpinan instruksional kepala sekolah, motivasi berprestasi, dan kinerja guru terhadap mutu pembelajaran di SMA Negeri Banjarmasin.
Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis jalur (path analysis). Populasi penelitian adalah seluruh guru di SMA Negeri Banjarmasin sebanyak 644 orang, dan sampel diambil sebanyak 199 guru melalui teknik proportional random sampling. Instrumen penelitian diuji validitas dan reliabilitasnya menggunakan korelasi Product Moment dan Alpha Cronbach.
Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa: kepemimpinan instruksional kepala sekolah secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap mutu pembelajaran (thitung = 1,976; sig = 0,050). Motivasi berprestasi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap mutu pembelajaran (thitung = 6,161; sig = 0,000), sedangkan kinerja guru tidak berpengaruh signifikan (thitung = 0,624; sig = 0,533). Selain itu, kepemimpinan instruksional kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru (thitung = 12,934; sig = 0,000), tetapi motivasi berprestasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru (thitung = 0,268; sig = 0,789). Analisis jalur menunjukkan pengaruh total kepemimpinan instruksional kepala sekolah terhadap mutu pembelajaran sebesar 0,372 dan motivasi berprestasi sebesar 0,451.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa peningkatan mutu pembelajaran sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan instruksional kepala sekolah dan motivasi berprestasi guru, baik secara langsung maupun melalui kinerja guru.
Saran yang diberikan antara lain perlunya penguatan peran kepala sekolah sebagai pemimpin instruksional, penciptaan budaya kerja yang memotivasi guru, serta penyusunan sistem penilaian kinerja yang adil dan mendukung mutu pembelajaran.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI