DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | IMPLEMENTASI PROGRAM LAYANAN INTERNET DESA (LINDA) PADA DAERAH BLANK SPOT DI KABUPATEN BARITO UTARA | |
| PENGARANG | : | NEMA AISY ATHAYA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-11-29 |
Nema Aisy Athaya, 2320419320047, 2025. Tesis, Implementasi Program Layanan Internet Desa (LINDA) Pada Daerah Blank Spot di
Kabupaten Barito Utara. Di Bawah Bimbingan Taufik Arbain.
Program LINDA merupakan program Pemerintah Kabupaten Barito Utara yang bertujuan untuk mengentaskan 68 desa blank spot dan penyebarluasan informasi berbasis elektronik. Terdapat permasalahan terkait keterbatasan dalam pembangunan towerakibat kondisi geografis Kabupaten Barito Utara yang luas dan berbukit dan kurangnya koordinasi pihak desa dengan pihak terkait dalam
pembangunan tower. Tujuan penelitian ini adapun untuk mengetahui
implementasi program LINDA menggunakan model Charles O Jones dan George Edward III serta mengidentifikasi kendala-kendala dalam program LINDA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan Pemerintah Kabupaten Barito Utara
melakukan Kolaborasi bersama PT. Comtelindo, dan pemerintah desa sebagai pengguna melalui program LINDA terbukti menjadi langkah efektif dalam mengatasi permasalahan blank spot dan mempercepat SPBE di wilayah pedesaan. Sinergi multi-pihak ini menunjukkan pentingnya peran aktif pemerintah daerah, penyedia layanan profesional yang legal dan kompeten, serta dukungan
masyarakat dalam menjamin keberhasilan implementasi infrastruktur digital. Pendekatan kolaboratif yang didukung oleh komunikasi intensif, seperti penggunaan grup WhatsApp, serta respons positif dari masyarakat, menjadikan program ini tidak hanya bermanfaat bagi pelayanan pemerintahan desa, tetapi juga meningkatkan akses informasi publik. Pemerintah Kabupaten Barito Utara juga melakukan sosialisasi yang menjadi aspek krusial dalam implementasi program LINDA, yang dilakukan oleh Diskominfosandi melalui pertemuan tatap muka, Zoom, konsultasi langsung, dan WhatsApp Group sejak peluncuran resmi pada November 2023. Pendekatan campuran ini bertujuan membangun pemahaman terhadap program LINDA kepada aparat desa yang menjadi sasaran program, meskipun masih terdapat kelemahan manajerial seperti ketiadaan TOR yang menghambat evaluasi program. Kemudian dalam pengembangan infrastruktur telekomunikasi menunjukkan adaptasi teknologi dari sistem radio ke satelit demi efektivitas layanan. PT. Comtelindo berperan penting dalam penyediaan infrastruktur berkualitas sesuai standar, termasuk perangkat pendukung seperti Starlink, panel surya, dan baterai. Secara keseluruhan, program ini berdampak positif terhadap kehidupan pemerintah desa maupun masyarakat. faktor penghambat utama dalam implementasi akses internet di desa meliputi lambatnya jaringan, tingginya biaya operasional, dan gangguan lingkungan seperti cuaca serta kebersihan di sekitar lokasi akses. Riset ini menyarankan diskominfo meningkatkan kecepatan Wi-Fi dan perlunya sosialisasi atau pendekatan ke masyarakat terkait edukasi kebersihan.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI