DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | KOMUNIKASI SIMBOLIK DALAM PROSESI UPACARA PERKAWINAN ADAT SUKU DAYAK MAANYAN DI KABUPATEN BARITO TIMUR | |
| PENGARANG | : | DESWITHA NATALIA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-12-01 |
Penelitian ini mengkaji komunikasi simbolik yang terwujud dalam prosesi upacara perkawinan adat Suku Dayak Maanyan di Kabupaten Barito Timur. Perkawinan adat dipandang bukan sekadar ritual sosial, melainkan sebuah sistem komunikasi yang kaya akan makna tersembunyi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk komunikasi simbolik, menganalisis makna denotatif dan konotatif simbol- simbol, serta mengidentifikasi mitos-mitos yang terbentuk dalam prosesi tersebut berdasarkan teori semiotika Roland Barthes. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan lokasi penelitian di Kabupaten Barito Timur. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif terhadap jalannya upacara, wawancara mendalam dengan tokoh adat, Wadian, dan anggota masyarakat yang terlibat, serta dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes, yang menguraikan tanda menjadi penanda dan petanda pada tingkat denotasi dan konotasi, hingga pembentukan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosesi upacara perkawinan adat Suku Dayak Maanyan merupakan sebuah sistem komunikasi simbolik yang kompleks, diekspresikan melalui simbol verbal (seperti mantra Natas Banjang dan nyanyian Nyiang Lengan), non-verbal (objek/benda simbolik). Setiap simbol memiliki makna denotatif yang jelas dan makna konotatif yang mendalam, terikat pada nilai-nilai dan kepercayaan budaya Dayak Maanyan. Konsepsi makna ini dipahami secara kolektif oleh masyarakat dan memengaruhi interaksi simbolik selama upacara. Dari akumulasi makna konotatif tersebut, terbentuklah beberapa mitos kunci yang membentuk ideologi pernikahan dalam masyarakat Maanyan, antara lain Mitos Kesuburan dan Kelangsungan Hidup, Mitos Harmoni Kosmis dan Perlindungan Spiritual. Komunikasi simbolik ini berfungsi sebagai mekanismevital dalam melegitimasi pernikahan, mewariskan nilai-nilai adat, memperkuat identitas budaya, dan menjaga kohesi sosial masyarakat Suku Dayak Maanyan.
Kata Kunci: Komunikasi Simbolik, Perkawinan Adat, Suku Dayak Maanyan, Semiotika, Roland Barthes.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI