DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | DAMPAK SEKTOR KUNCI INDUSTRI TERHADAP KETIMPANGAN DAN EMISI KARBON DI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN : INPUT OUTPUT MIYAZAWA | |
| PENGARANG | : | ARIEF HIDAYAT | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-12-01 |
Penelitian ini mengestimasi dampak industrialisasi terhadap ketimpangan distribusi pendapatan dan emisi karbon di Provinsi Kalimantan Selatan dengan menggunakan Model Input Output Miyazawa. Data Tabel Input Output Energi 52 sektor tahun 2020 diolah untuk 12 subsektor industri pengolahan utama. Analisis meliputi perhitungan koefisien teknis, invers Leontief, serta multipliers output, pendapatan, tenaga kerja, dan emisi CO?. Hasil menunjukkan bahwa subsektor Barang Logam, Komputer, Elektronik, Optik, dan Peralatan Listrik memiliki multiplier output tertinggi (2,504 jt Rp per 1 jt Rp final demand) namun menyalurkan > 80% tambahan pendapatan ke desil 7–10, sementara desil 1–5 hanya < 1%, sehingga memperlebar ketimpangan. Emisi CO? tertinggi timbul pada subsektor Barang Galian Bukan Logam (0,453 t per 1 jt Rp), sedangkan subsektor Makanan & Minuman (0,001 t) dan Kimia/Farmasi (0,002 t) paling rendah. Serapan tenaga kerja terbesar terjadi pada subsektor Jasa Reparasi & Pengolahan Lainnya (0,01744 orang-tahun per 1 jt Rp) dan Karet & Plastik (0,01405 orang-tahun per 1 jt Rp). Integrasi ketiga indikator mengidentifikasi subsektor Makanan & Minuman serta Kimia/Farmasi sebagai prioritas industrialisasi berkelanjutan karena mengombinasikan multiplier output dan serapan tenaga kerja tinggi dengan emisi minimal. Temuan ini memberikan landasan empiris bagi kebijakan industrialisasi yang mendorong pertumbuhan inklusif sekaligus ramah lingkungan di Kalimantan Selatan.
Kata kunci: Industrialisasi; Input Output Miyazawa; Ketimpangan distribusi pendapatan; Emisi karbon; Multiplier output; Serapan tenaga kerja.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI