DIGITAL LIBRARY
| JUDUL | : | Makna Simbolik Motif pada Kain Sasirangan sebagai Representasi Budaya Masyarakat Sungai di Kota Banjarmasin | |
| PENGARANG | : | GUSTI HAIRIDA | |
| PENERBIT | : | UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT | |
| TANGGAL | : | 2025-12-05 |
Gusti Hairida. Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,
Universitas Lambung Mangkurat. Makna Simbolik Motif pada Kain Sasirangan
sebagai Representasi Budaya Masyarakat Sungai di Kota Banjarmasin (Dibimbing
oleh Arif Rahman Hakim, S.S., M.A).
Kota Banjarmasin, yang dikenal sebagai Kota Seribu Sungai, memiliki
kekayaan budaya yang sangat beragam. Salah satu warisan budaya yang khas dari
Kota Banjarmasin adalah kain sasirangan. Kain sasirangan tidak hanya berfungsi
sebagai bahan pakaian, tetapi juga menyimpan makna simbolik yang di setiap
budaya salah satunya kain sasirangan, yang mempunyai nilai-nilai pada masyarakat
setempat termasuk masyarakat sungai. Setiap motif yang tersemat pada kain
sasirangan memiliki pesan, simbol, cerita, dan filosofi yang mewakili nilai-nilai
budaya, kepercayaan, terutama yang berkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari
masyarakat, lingkungan, serta tradisi yang telah diwariskan dari generasi ke
generasi pada masyarakat Banjar.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna simbolik dari setiap
motif kain sasirangan, dan menggambarkan hubungan antara motif kain sasirangan
dengan budaya masyarakat sungai di Kota Banjarmasin. Penelitian menggunakan
metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif yang menggunakan teknik
pengumpulan data melalui observasi, wawancara secara langsung, dan dokumentasi
dalam bentuk potret dan video. Makna simbolik motif kain sasirangan dapat
dijelaskan melalui teori semiotika (Roland Barthes) dan merepresentasikannya
pada masyarakat sungai menggunakan teori representasi (Struart Hall).
Hasil penelitian tentang makna simbolik pada motif flora, motif fauna, dan
motif budaya sungai pada kain sasirangan menunjukkan bahwa setiap motif
memiliki makna dan berkaitan erat dengan budaya masyarakat Banjar, terutama
pada masyarakat sungai. Melalui penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa motif
kain sasirangan memiliki peran penting dalam pelestarian budaya dan peningkatan
kesadaran akan kekayaan budaya lokal yang masih ada di Kota Banjarmasin. Kain
ini tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga sebagai sarana untuk menyampaikan
cerita dalam makna-makna kepada generasi mendatang.
Kata kunci: Makna Simbolik, Kain Sasirangan, Representasi, Kebudayaan,
Masyarakat Sungai.
| NO | DOWNLOAD LINK |
| 1 | FILE 1 |
File secara keseluruhan dapat di unduh DISINI